Samiun : Kehadiran Perusahaan Telah Membantu Pemda Dalam Masa Darurat
BANGGAI – Pemrop Sulteng dan Pemda Banggai sangat terbantu dengan kehadiran alat berat dan sumber daya perusahaan milik PT. Balantak Sirtu Utama (BSU) dibawah kendali Rocky Martianus di Desa Batu Mandi Kec. Balantak Utara, pasca pemulihan bencana banjir. Langkah dan tindakan perusahaan lebih cepat dan efektif dibandingkan menunggu proses birokrasi anggaran Coorporite Sosial Responsibility (CSR) yang panjang.
Penegasan ini disampaikan Anggota Legislative (Aleg) DPRD Prop. Sulteng, dari Partai Demokrat, H. Samiun L.Agi, S.Ag, Dapil Banggai, kepada Radar Sulteng menyoal dibalik kewajiban dan kecepatan respon pemerintah yang dinilai lamban terhadap penanganan pasca bencana banjir diwilayah tersebut yang terjadi di bulan April lalu.

“Tindakan dan bukti nyata PT. BSU dalam melakukan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen (pengerukan lumpur) pasca banjir di Desa Batu Mandi secara mandiri, diluar tanggungjawab sosial (non-CSR) wajib, patut mendapatkan apresiasi positif dalam membantu beban Pemda, terutama dari sisi optimalisasi anggaran daerah, dimana Pemda tidak perlu repot-repot mengeluarkan biaya mobilisasi dan sewa alat berat yang mahal atau pembiayaan pengerukan untuk mempercepat upaya pemulihan aliran sungai, karena telah didukung dan terbantu oleh unit alat berat milik PT. BSU,” tandas Samiun, begitu sapaan akrab Plt. Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Banggai, kepada Radar Sulteng, dikantornya, Selasa (12/5).
Apresiasi ini diberikan kepada PT, BSU, kata Samiun, karena kehadiran PT BSU diwilayah Balantak Utara ini tidak sekedar memberikan bantuan sembako, melainkan menyiapkan alat berat kapan saja bisa dibutuhkan secara sukarela. Inisiatif nyata PT. BSU diluar program CSR formal, menunjukkan tanggungjawab sosial yang lebih proaktif, terutama dalam penanganan penanggulangan pasca banjir diwilayah tersebut.
Menurutnya, kita harus mengakui bahwa ditengah keterbatasan anggaran pemerintah, inisiatif mandiri perusahaan PT, BSU sangat berharga untuk percepatan pembangunan infrastruktur fisik, terutama dalam normalisasi saluran sungai yang sering terjadi diwilayah tersebut, ketika curah hujan tinggi sehingga menjadi penyebab utama banjir dengan meluapnya aliran sungai.
“Kecepatan respon yang dibuktikan PT. BSU, dalam melakukan tindakan normalisasi seperti pengerukan sedimentasi dan pembersihan sungai, setidaknya telah membantu dan meringankan beban Pemda dalam masa darurat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara PT. BSU dan Pemda merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari ancaman banjir,” jelas Samiun.
Inisiatif PT. BSU, ujar Samiun, merupakan wujud nyata keterlibatan perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di daerah, seperti terlihat dalam aksi nyata perbaikan infrastruktur lokal dalam hal normalisasi sungai di Desa Batu Mandi, tanpa harus menunggu anggaran APBD/APBN, sejalan dengan kebutuhan daerah saat ini yang memiliki keterbatasan dana.
“Langkah PT. BSU ini tidak hanya memperbaiki aliran sungai tetapi juga telah memulihkan ekosistem lokal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat diwilayah tersebut. PT. BSU hadir sebagai mitra pemerintah yang siap sedia, terutama dalam penanganan bencana pasca banjir, bukan sekedar memberikan sumbangan material melainkan tekhnis,” pungkas Samiun. ( MT ).






