Pembangunan Ruas Jalan Sabang Kec. Bulagi Sepanjang 12 KM
BANGKEP, – Kecipratan program Multi Year Contract (MYC) infratsruktur jalan menjadi kebanggaan khusus bagi suatu daerah, karena membawa dampak yang sangat luar biasa, yakni memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik dan mendorong roda perekonomian lokal secara siqnifikan.
Program massif ini, sejatinya terus menyasar perbaikan ruas jalan strategis di wilayah Sulteng. Kabupaten Bangkep adalah salah satu daerah di Sulteng, kini sedang menikmati akselerasi program dimaksud. Pemprop Sulteng melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR), tengah menggenjot proyek MYC tahun jamak 2026/2027 melalui program infrastruktur jalan dan jembatan dibawah payung program BERANI Lancar yang dicanangkan Gubernur Anwar Hafid, telah mengalokasikan anggaran senilai Rp.52.369.508.910 kepada Pemda Bangkep, dalam pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Sabang-BAAS (MYC) Kec. Bulagi sepanjang 12 kilometer.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sulteng, pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Sabang-BAAS (MYC) Kec. Bulagi, dibandrol dengan nilai anggaran Rp.52.369.508.910, yang akan dikerjakan oleh PT. Belawa Maha Karya, dengan waktu selama 600 hari kalender dalam 2 (dua) tahun anggaran (2026/2027), dengan nomor kontrak 622/276/SP-DIS-BMPR, terhitung sejak tanggal kontrak 8 April 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Propinsi Sulteng, Dr.Ir.Faidul Keteng, ST,M.Si,MT mengatakan proyek multiyear atau kontrak tahun jamak ini perjanjian kerja pengadaan barang atau jasa pemerintah masa pelaksanaannya membebani anggaran lebih dari 1 (satu) tahun anggaran.
“Umumnya, proyek MYC ini bernilai besar dan memakan waktu lama, seperti pembangunan infrastruktur jalan, gedung atau bangunan. Dalam ketentuan anggaran, beban dana dialokasikan setiap tahun sesuai kesepakatan kontrak, dan pencairannya didasarkan pada progress fisik atau fakta dilapangan,” tandas Faidul Keteng, yang dihubungi Radar Sulteng via telepon, Sabtu (27/6).
Menurutnya, proyek yang memakan waktu lebih dari satu tahun anggaran ini memerlukan persetujuan khusus dari instansi berwenang, seperti Kementerian Keuangan untuk proyek berskala besar.
“Proyek MYC ini umumnya terbagi menjadi 3 (tiga) jenis utama, yakni pekerjaan yang penyelesaiannya memakan waktu lebih dari 12 bulan, kemudian pekerjaan yang memberikan manfaat lebih cepat jika diselesaikan secara multiyear, dan pekerjaan operasional yang melibatkan kepentingan masyarakat luas,” pinta Faidul Keteng.
Program MYC infrastruktur jalan Kabupaten diprioritaskan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat/kritis yang memiliki fungsi strategis sebagai jalur logistik, penghubung antar wilayah, dan akses pusat ekonomi masyarakat untuk menjamin kelancaran mobilitas.
“Dalam penentuan skala prioritas penanganan didasarkan pada indikator utama yang dievaluasi secara menyeluruh, salah satunya indikator teknis atau tingkat kerusakan, dimana fokus pada jalan dengan kerusakan struktural berat atau kritis, yang dinilai dari Pavement Condition Index (PCI) atau metode Analytical Hierarchy Process (AHP),” jelas Faidul.
Sementara itu, Bupati Bangkep, Rusli Moidady, ST, MT, mengatakan bahwa dalam memperoleh porsi anggaran proyek MYC dari Pemprop Sulteng, merupakan bukti nyata keseriusan dan kehadiran Pemerintah dalam pemerataan pembangunan serta peningkatan konektivitas.
“Alokasi Dana Rp.52,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di Sabang Kec. Bulagi, menjadi sebuah kebanggan bagi kami di daerah karena berdampak langsung pada kelancaran mobilitas warga dan percepatan roda perekonomian lokal. Apalagi ditengah efisiensi anggaran dengan keterbatasan daerah, tentunya bagi kami sebagai pimpinan daerah dan atas nama masyarakat Bangkep menjadi suatu kebanggaan khusus sekaligus anugerah besar,” ujar Bupati Rusli Moidady kepada Radar Sulteng, dalam suatu kesempatan di Luwuk, baru-baru ini.
Dikatakannya, alokasi dana ini sangat memberikan manfaat strategis. Pembangunan infrastruktur skala besar ini memungkinkan realisasi proyek dengan nilai fantastis dan durasi lebih dari satu tahun anggaran yang biasanya sulit diwujudkan jika hanya mengandalkan APBD reguler.
Selain itu, ujar Rusli, kehadiran proyek infrastruktur jalan ini dari sisi pertumbuhan ekonomi baru, yakni menjadi stimulus utama untuk membuka lapangan pekerjaan baru, menarik minat investor dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi ditingkat lokal. Kemudian, dapat mempermudah akses masyarakat ke pusat-pusat layanan publik, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan pusat pemerintahan.
“Prioritas pembangunan di daerah tentunya dilakukan secara bertahap tidak serta merta sekaligus. Pembangunan infrastruktur jalan ini, tidak hanya memperbaiki konektivitas antar wilayah, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi simbol keberhasilan sinergi antara Pemda, DPRD dan masyarakat, dalam mengawal usulan prioritas pembangunan hingga disetujui oleh Pemprop Sulteng,” pungkas Rusli Moidady. ( MT ).






