back to top
Senin, 10 Agustus 2026
BerandaDAERAHKebakaran di Pulau Terpencil, Seberangi Perahu dengan Alat Seadanya

Kebakaran di Pulau Terpencil, Seberangi Perahu dengan Alat Seadanya

Mobil Pemadam Tidak Tembus, Petugas Bawa Apar Padamkan Karhutla

BANGGAI KEPULAUAN, Radar Sulteng – Keterbatasan sarana pemadam kebakaran kembali menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kepulauan Banggai Kepulauan.

Di tengah kebakaran yang melanda kawasan Pulau 3B, meliputi Bakalan, Bulungkobit dan Bungin, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banggai Kepulauan harus turun langsung ke lokasi dengan membawa tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Armada mobil pemadam tidak dapat dikerahkan karena lokasi berada di pulau terpencil tanpa akses yang memungkinkan kendaraan Damkar masuk.

Pada Sabtu (8/8/2026), tujuh personel Regu 2 Damkar Bangkep bersama tim gabungan kembali digeser ke Desa Bulungkobit dan Bakalan, Kecamatan Tinangkung. Tim tersebut dilepas Kasat Pol PP dan Damkar Bangkep Muh. Adnan Datu Adam, SE, didampingi Kasi Operasi Damkar.

MODAL BERANI – Petugas Damkar Banggai Kepulauan dengan modal berani, memadamkan Lokasi kebakaran hanya menggunakan apar di pulau terpencil Bakalan. Foto Damkar Bangkep

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari 13 personel BPBD, tujuh personel Damkar, serta unsur TNI dan PMI telah bergerak dari Salakan sekitar pukul 22.00 WITA menuju Pulau Bakalan.

Setibanya di Desa Bulungkobit, tim menunggu hingga pagi hari untuk melakukan penyisiran. Petugas kemudian menemukan sejumlah bara dan sisa api yang masih menyala.

Dengan peralatan yang dibawa, petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman terhadap bara tersebut untuk mencegah api kembali membesar dan merembet ke kawasan lainnya.

Hasil penyisiran memastikan tidak ada lagi api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan. Personel Damkar dan tim gabungan kemudian kembali setelah memastikan kondisi di lokasi aman.

Kasat Pol PP dan Damkar Bangkep Muh. Adnan Datu Adam mengatakan, keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran di wilayah pulau terpencil.

Petugas tetap dikerahkan meski tidak dapat membawa unit armada pemadam. Tabung APAR menjadi salah satu peralatan yang dibawa untuk membantu menangani titik api dan bara yang masih tersisa.

Kondisi ini sekaligus menggambarkan tantangan penanganan karhutla di wilayah kepulauan. Ketika kebakaran terjadi di daratan yang memiliki akses jalan, armada Damkar dapat langsung dikerahkan. Namun, kondisi berbeda terjadi di Pulau 3B yang membutuhkan perjalanan laut dan tidak memungkinkan kendaraan pemadam dibawa menuju lokasi.

Petugas Damkar Bangkep mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman. Sinergi bersama TNI, Polri, BPBD dan PMI dinilai penting untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

Damkar juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan penggunaan instalasi listrik dan colokan dalam kondisi aman.

“Kebakaran dapat terjadi kapan saja. Kami mengimbau masyarakat selalu siaga dan memperhatikan setiap colokan listrik yang dapat mengakibatkan kebakaran,” demikian imbauan Damkar Bangkep.

Damkar Bangkep menegaskan, keterbatasan akses menuju pulau bukan alasan bagi petugas untuk tidak melakukan penanganan. Personel tetap digeser ke lokasi dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia.

“Bukan kami tidak mau ke pulau, tetapi kami terbatas akses menuju lokasi kebakaran,” ujar Adnan. (bar)

 

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Disperkimtan Tidak Memiliki Kewenangan Menyelesaikan Konflik Pertanahan Tanjung Sari

0
Belum Ada Skema Bantuan Perumahan Dari Kementerian BANGGAI, Radar Sulteng,-  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Propinsi Sulteng dan Disperkimtan Kabupaten Banggai tidak memiliki...

TERPOPULER >