back to top
Kamis, 10 September 2026
BerandaPALUUsaha Penatu dan Pangkas Rambut Paling Terdampak Pemadaman

Usaha Penatu dan Pangkas Rambut Paling Terdampak Pemadaman

PLN Sibuk Rapat Ketika Dikonfirmasi

PALU, Radar Sulteng – Pemadaman listrik bergilir di Kota Palu dan sekitarnya selama bulan September 2026 ini mengakibatkan kerugian bagi pelaku jasa usaha kecil atau UMKM.

Beberapa UMKM, listrik yang mati tiba-tiba, membuat mesin berhenti, pelanggan terpaksa menunggu, bahkan sebagian harus pulang tanpa mendapat pelayanan.

Usaha pangkas rambut dan penatu dua sektor yang merasakan langsung dampaknya. Ketergantungan penuh terhadap listrik membuat kegiatan usaha praktis tersendat setiap kali pemadaman terjadi, terlebih ketika waktunya berubah atau datang di luar jadwal.

Kiki, pemilik Zahra Laundry sekaligus Ketua Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) Sulawesi Tengah, mengatakan pemadaman membuat aktivitas penatu miliknya tidak bisa berjalan normal.

“Kalau mati lampu jelas mesin tidak berputar. Jadi penyelesaian cucian lambat,” kata Kiki saat ditemui, Rabu (9/09/2026).

Bagi usaha penatu, listrik menjadi penopang utama dari awal hingga akhir pekerjaan. Mesin cuci membutuhkan listrik, begitu pula mesin pengering. Saat pasokan terputus, pekerjaan yang sedang berjalan terpaksa berhenti dan cucian pelanggan harus menunggu.

“Kalau listrik padam, kami stop. Pengeringan juga butuh listrik karena kami tidak mengandalkan jemur. Jadi pekerjaan ditunda sampai listrik menyala kembali,” ujarnya.

Situasi itu membuat Zahra Laundry harus menjelaskan kepada pelanggan mengenai kemungkinan keterlambatan penyelesaian pesanan. Meski sebagian pelanggan memahami kondisi tersebut, Kiki mengaku jumlah cucian yang masuk dalam beberapa hari terakhir mulai menurun.

Dalam kondisi normal, Zahra Laundry dapat menerima lebih dari 100 kilogram cucian setiap hari. Sebagian besar konsumennya merupakan pegawai yang menggunakan jasa penatu karena tidak memiliki cukup waktu untuk mencuci sendiri.

Yang membuat pelaku usaha semakin sulit mengatur pekerjaan, kata Kiki, bukan hanya durasi pemadaman, tetapi ketidakpastian waktunya.

Pelaku usaha terkadang telah mempercepat pekerjaan karena bersiap menghadapi pemadaman sesuai jadwal. Namun, listrik tidak selalu padam pada waktu yang diinformasikan. Sebaliknya, ketika tidak ada persiapan, pemadaman justru dapat datang tiba-tiba.

“Jadwal ada, tapi tidak pasti. Kadang bukan jadwalnya justru mati lampu, pas jadwalnya malah tidak mati,” katanya.

Menurut Kiki, kondisi tersebut membuat pelaku usaha berada dalam situasi serba sulit. Pekerjaan harus terus dikejar sebelum listrik padam, sementara waktu pemadaman sendiri tidak selalu dapat dipastikan.

Ia berharap ada solusi yang dapat mengurangi dampak terhadap aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan perkotaan yang dipenuhi berbagai usaha dengan ketergantungan tinggi terhadap listrik.

“Di kota banyak usaha yang butuh listrik. Harapannya mungkin bisa ada solusi, supaya di perkotaan tidak terlalu sering padam karena aktivitas pekerjaan banyak di kota,” ujarnya.

Dampak yang tak jauh berbeda dialami Reinal, pelaku usaha pangkas rambut Mr D. Bagi barber, listrik bukan sekadar penerangan. Sejumlah peralatan kerja membutuhkan pasokan daya agar pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan.

Ketika listrik padam saat jam operasional, pelanggan yang datang bisa langsung kehilangan kesempatan mendapatkan layanan. Pelaku usaha pun berada dalam posisi sulit karena harus menolak konsumen.

“Kalau pelanggan sudah datang, kami bingung karena harus menolak akibat pemadaman. Tadi ada beberapa pelanggan yang saya tolak,” kata Reinal.

Dampaknya tidak berhenti pada pelanggan yang sudah berada di lokasi. Ketidakpastian pemadaman juga mulai memengaruhi keputusan konsumen untuk datang.

Sebagian pelanggan memilih menunda karena khawatir listrik padam ketika proses cukur sedang berlangsung.

“Sedikit sepi. Pelanggan juga bingung, jangan sampai sementara sedang cukur tiba-tiba mati lampu,” ujarnya.

Bagi usaha pangkas rambut, waktu sore hingga malam merupakan jam yang paling menentukan pemasukan. Pada waktu itulah pelanggan mulai ramai datang setelah menyelesaikan pekerjaan dan aktivitas harian.

Masalahnya, pemadaman juga dapat terjadi pada jam tersebut.

“Jam emas kami itu sore sampai malam. Kalau mati lampu tidak menentu di sore atau malam, itu yang jadi kendala,” katanya.

Di sisi lain, Kepala PLN UP3 Palu saat hendak diwawancara di kantornya bahkan sampai dua kali tidak bersedia diwawancara karena rapat. (bar/*)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Pemadaman Listrik, PLN Poso Akui Terbatas Daya Pasok dan Derating

0
Suplai PLTA Poso Masih Aman POSO, Radar Sulteng – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah...

TERPOPULER >