Suplai PLTA Poso Masih Aman
POSO, Radar Sulteng – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), khususnya di wilayah kerja PLN UP3 Palu, bukan semata-mata disebabkan berkurangnya pasokan listrik.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Poso, Satria Restu Aji Wicaksono, mengatakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi saat ini tidak secara langsung disebabkan fenomena El Nino maupun kemarau berkepanjangan.
Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan daya mampu pasok, pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan, serta adanya derating pada sejumlah pembangkit.
“Terkait kondisi pengaturan beban yang terjadi saat ini tidak secara langsung disebabkan oleh El Nino. Faktor utama yang memengaruhinya adalah keterbatasan daya mampu pasok, pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan derating pada beberapa pembangkit,” kata Satria melalui pesan WhatsApp kepada Radar Sulteng, Selasa (7/9/2026).
Saat ditanyakan mengenai kemungkinan berkurangnya pasokan listrik dari pembangkit PT Poso Energi akibat kemarau berkepanjangan, Satria mengatakan PLN tetap mencermati kondisi kekeringan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi ketersediaan air yang menjadi sumber energi bagi pembangkit berbasis hidro. Karena itu, kondisi tersebut terus dipantau sebagai bagian dari pengelolaan sistem kelistrikan.
“Pasokan listrik dari pembangkit juga terjadi derating pada beberapa pembangkit berbasis hidro atau air akibat kondisi kemarau panjang,” jelasnya.
Di sisi lain, PT Poso Energi mengakui musim kemarau turut memengaruhi produksi listrik. Namun, perusahaan memastikan produksi listrik yang disalurkan kepada PLN masih sesuai dengan permintaan.
“Produksi kami yang terkait dengan PT PLN masih sesuai permintaan, walaupun saat kemarau seperti ini juga memengaruhi produksi kami secara keseluruhan,” ujar Public Relations PT Poso Energi kepada Radar Sulteng, Selasa (7/9/2026).
Ia juga meluruskan anggapan bahwa kondisi pemadaman listrik di wilayah Sulawesi berkaitan langsung dengan pasokan dari PT Poso Energi.
Menurutnya, sistem kelistrikan di Sulawesi telah terintegrasi sehingga pemasok listrik kepada PLN tidak hanya berasal dari PT Poso Energi, tetapi juga sejumlah pembangkit lainnya, termasuk Bili-Bili dan perusahaan pembangkit di daerah lain.
“Kami ingin meluruskan jika sistem kelistrikan di Sulawesi ini sudah terintegrasi dan pemasok listrik ke pihak PLN bukan hanya PT Poso Energi. Ada perusahaan lain seperti Bili-Bili serta perusahaan lain di daerah lain,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan pemadaman listrik bukan merupakan kewenangan PT Poso Energi karena perusahaan hanya berperan sebagai pembangkit yang memproduksi energi listrik untuk disalurkan kepada PLN.
“Soal pemadaman listrik bukan ranah kami. Kami hanya pembangkit yang memproduksi energi listrik ke PLN,” tegasnya. (dy)






