Imbas TKD Dipangkas Pemerintah Pusat Rp291 Miliar
Banggai Kepulauan, – Keterbatasan anggaran pemerintah daerah memaksa warga Desa Labangun, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), bergotong royong memperbaiki jalan yang berstatus jalan kabupaten menggunakan dana pribadi.
Aksi swadaya tersebut dilakukan karena kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan pusat aktivitas ekonomi desa itu mengalami kerusakan cukup parah. Di sejumlah titik, badan jalan hanya menyisakan hamparan batu dan lubang-lubang besar yang tergenang air saat hujan, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Warga kemudian berinisiatif mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli material dan menimbun lubang menggunakan pasir domato agar jalan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kalau menunggu perbaikan pemerintah, warga khawatir kondisi jalan akan semakin parah. Karena itu masyarakat berinisiatif patungan untuk melakukan perbaikan sementara,” ungkap salah seorang warga.
Jalan Desa Labangun merupakan urat nadi transportasi masyarakat setempat. Selain menjadi akses utama menuju lahan pertanian, jalur tersebut juga menghubungkan Desa Labangun dengan Desa Sapelang, Desa Lumbi-Lumbia yang merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Buko Selatan, serta akses menuju Kecamatan Buko di Tataba.
Sebagai bagian dari jaringan jalan di pesisir barat Pulau Peling, ruas jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga antar-desa di wilayah lingkar Buko Selatan. Kerusakan jalan yang berlangsung cukup lama dinilai telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Masyarakat berharap langkah swadaya yang dilakukan saat ini hanya menjadi solusi sementara. Mereka meminta pemerintah daerah segera melakukan pengaspalan agar ruas jalan tersebut kembali layak dan aman dilalui.
Ironisnya, ruas jalan tersebut sebelumnya masuk dalam agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penanganan Jalan Desa Labangun termasuk salah satu program prioritas yang direncanakan untuk ditangani pada masa kepemimpinan Bupati Rusli Moidady.
Namun hingga kini, realisasi pembangunan belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah.
Saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banggai Kepulauan, Joko Prihantoro, mengakui ruas jalan tersebut belum dapat diperbaiki tahun ini karena tidak tersedianya anggaran.
“Tahun depan diusulkan untuk beberapa ruas jalan untuk diperbaiki. Semoga tidak kena efisiensi lagi daerah,” kata Joko saat dihubungi.
Diketahui Dana pusat (Transfer ke Daerah/TKD) untuk Kabupaten Banggai Kepulauan yang dipangkas pada tahun 2026 adalah sebesar Rp291,41 miliar atau 32,27 persen dari TKD Tahun 2025 Rp903,05 miliar, TKD Tahun 2026 Rp611,64 miliar. (bar)






