Anwar Hafid Optimistis Megalit Sulteng Jadi Daya Tarik Wisatawan Tiongkok
PALU, Radar Sulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, optimistis pembukaan penerbangan internasional langsung rute Palu–Guangzhou, Tiongkok, akan membuka peluang lebih besar bagi promosi destinasi wisata unggulan daerah, termasuk kawasan megalit yang menjadi salah satu kekayaan budaya Sulawesi Tengah.
Optimisme itu disampaikan Anwar saat peluncuran penerbangan internasional perdana Garuda Indonesia rute Palu–Guangzhou di Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Kamis (6/08/2026). Menurutnya, konektivitas langsung dengan Tiongkok akan memperkuat hubungan yang telah dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui kerja sama antardaerah.
Anwar mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin kerja sama sister province dengan Provinsi Hainan dan Sichuan di Tiongkok. Dari komunikasi yang terjalin, Pemerintah Sichuan menunjukkan ketertarikan terhadap potensi budaya yang dimiliki Sulawesi Tengah, khususnya situs megalit.
“Saya baru pulang dari Hainan. Kami sudah melakukan sister province dengan Hainan dan juga Sichuan,” kata Anwar.
Ia menjelaskan, ketertarikan itu muncul setelah Gubernur Sichuan mengetahui adanya kemiripan antara peninggalan purbakala di wilayahnya dengan megalit yang ada di Sulawesi Tengah.
“Waktu saya bertemu Gubernur Sichuan, beliau menyampaikan bahwa di daerahnya juga terdapat peninggalan purbakala yang memiliki kemiripan dengan megalit di Sulawesi Tengah. Karena itu mereka ingin datang melihat langsung megalit yang kita miliki,” ujarnya.
Menurut Anwar, kehadiran penerbangan langsung menuju Guangzhou akan mempermudah mobilitas wisatawan maupun delegasi dari Tiongkok yang ingin berkunjung ke Sulawesi Tengah. Akses tersebut diharapkan memperkuat promosi wisata budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Bayangkan kalau ke Jakarta 2 jam setengah. Kalau ini dari sini cuma 5 jam sudah sampai di sana. Apalagi Guangzhou adalah kota dengan segala macam kelebihan. Jadi masyarakat Palu yang ingin ke sana tidak perlu lagi melalui Jakarta, bisa langsung berangkat dari Palu,” tutur Anwar.
Ia berharap kemudahan akses tersebut tidak hanya mempererat hubungan Sulawesi Tengah dengan Tiongkok, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi promosi megalit dan destinasi wisata unggulan lainnya ke tingkat internasional.(Cr1)






