back to top
Sabtu, 19 September 2026
BerandaPALUOknum Dekan FKM Untad Sebut Wartawan Provokator

Oknum Dekan FKM Untad Sebut Wartawan Provokator

PALU, Radar Sulteng – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Rosmala Nur, menyebut wartawan Provokator ketika dikonfirmasi terkait alat pelindung diri (APD) untuk program mencegah TBC di Sulteng.

Kejadian itu berlangsung di Gedung Dekanat FKM Untad, Kamis siang (17/09/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Wartawan sebelumnya datang sekitar pukul 11.00 WITA ketika Prof Rosmala masih mengikuti rapat evaluasi Program Berani Magaya.

Seusai rapat, wartawan melakukan doorstop untuk meminta penjelasan mengenai hasil evaluasi. Pertanyaan diarahkan pada sejumlah informasi dari mahasiswa peserta program, antara lain soal APD, pola pendampingan pasien TB serta pelaksanaan di lapangan.

Namun, pembahasan bergeser ketika Prof. Rosmala berulang kali mempertanyakan mahasiswa yang menjadi sumber informasi.

“Siapa mahasiswa yang mau lapor? Siapa!” ujar Prof. Rosmala sembari mencari tahu identitas.

Wartawan kemudian kembali meminta penjelasan mengenai APD. Prof. Rosmala membantah perlengkapan tersebut dibebankan kepada mahasiswa.

“Tidak ada dibebankan kepada mahasiswa,” kata Dekan perempuan kelahiran 1 Juli, 1971 itu.

Ia menyebut masker telah diberikan dan rompi juga sudah tersedia meski terbatas. “Rompi itu mahal lebih dari Rp 100 ribu,” katanya.

Guru besar itu lalu mengajak wartawan masuk ke ruang rapat untuk melihat perlengkapan yang tersedia. Dalam pengamatan wartawan, terlihat sekitar satu atau dua dus masker N95 di ruangan tersebut.

Meski demikian, pertanyaan yang diajukan bukan sekadar soal keberadaan masker, melainkan hasil evaluasi secara utuh dan langkah tindak lanjut terhadap keluhan mahasiswa.

“Hasil evaluasinya bagus. Semua sudah langsung bagus,” ujarnya

Saat pertanyaan dilanjutkan mengenai pelaksanaan pendampingan pasien, respons Prof Rosmala berubah.

“Jangan mengada-ngada ya!” kata Dekan itu dengan tegas.

Prof. Rosmala kemudian menilai wartawan terlalu membenci institusi.

“Kamu terlalu mau membenci institusi,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, ia mengatai dan menuduh wartawan sebagai penghasut.

“Kamu XXX (nama media, red) provokator!” kata Dekan yang juga disebut sebagai Dosen Berprestasi.

Dekan yang disebut sebagai “Dosen Terfavorit” FKM Untad itu kemudian beranjak menuju lantai dua tempat ruang kerjanya dengan tergesa-gesa.

Sebelumnya, ada mahasiswa peserta Program Berani Magaya menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai pelaksanaan program. Salah seorang mahasiswa yang meminta identitasnya tidak disebutkan, menegaskan bahwa pihaknya bukan menolak program.

“Program ini sebenarnya bagus. Cuman dalam implementasinya yang harus diperjelas,” katanya.

Mahasiswa tersebut mempertanyakan perlindungan saat turun ke lapangan. Ia menyebut perlengkapan APD yang diterima masih terbatas. APBD yang tidak disediakan sarung tangan, rompi dilengkapi atribut mahasiswa, suplemen vitamin.

“Masker itu sebagian daripada APD. Harusnya APD lengkap,” ujarnya.

Mereka juga mempertanyakan screening mahasiswa yang disebut dalam petunjuk teknis, tetapi menurut narasumber belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan.

Kejelasan asuransi turut dipertanyakan. Mahasiswa mengaku belum mengetahui bentuk perlindungan yang akan diterima.

“Kami hanya dijanjikan asuransi. Tapi tidak ada spesifik asuransi,” katanya.

Salah satu peserta juga mengaku ketika pertama kali turun, ia mendapatkan pasien yang baru sekitar 10 hari menjalani pengobatan TB.

Berani Magaya merupakan program penanggulangan TB yang diinisiasi FKM Untad untuk mendukung eliminasi TB 2030. Program ini melibatkan mahasiswa dalam pendampingan pasien dan keluarga, termasuk pemantauan pengobatan, edukasi serta pencegahan penularan terhadap kontak erat.

Di satu sisi, mahasiswa meminta sejumlah mekanisme pelaksanaan diperjelas. Di sisi lain, Prof. Rosmala menyatakan hasil evaluasi program baik dan membantah APD dibebankan kepada mahasiswa. (AKA)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Ijal Labatjo Tancap Gas Jalankan Roda Organisasi Asprov PSSI Sulteng

0
PALU, Radar Sulteng – Sehari setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Sekretaris Jenderal PSSI terkait penunjukannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Umum Asprov PSSI...

Kota Palu Butuh Shelter Ojol

TERPOPULER >