back to top
Jumat, 21 Agustus 2026
BerandaPALUProduksi Durian Sulteng Anjlok 60 Persen

Produksi Durian Sulteng Anjlok 60 Persen

Bisa Ekspor 20 Ribu Ton ke Cina

PALU, Radar Sulteng – Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Sulawesi Tengah (Sulteng), Hengki Idrus, mengungkapkan petani durian di Sulteng saat ini tengah mengalami kerugian besar akibat serangan penyakit yang disebut penyakit bangkalan, yang menyebabkan penurunan produksi hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hengki Idrus

Hengki menjelaskan, penyakit bangkalan membuat buah durian jatuh sebelum matang sehingga rasanya hambar dan tidak layak jual. Kondisi ini menurutnya masih berlangsung hingga saat ini, di mana Kabupaten Parigi Moutong sebagai sentra produksi durian terbesar di Sulteng menjadi daerah yang paling banyak mengalami dampak kerugian tersebut.

“Penyakit bangkalan ini adalah penyakit yang membuat buah itu jatuh sebelum matang. Dia masih mentah, tidak ada rasa manis, hambar, dan tidak dapat dijual. Sehingga petani mengalami kerugian hingga 60 persen untuk tahun ini, dan ini masih berlanjut,” ujarnya saat ditemui di Auditorium universitas Tadulako. Kamis, (20/8/2026)

Ia menyampaikan aspirasi petani durian tersebut langsung kepada Menteri Pertanian dalam kunjungannya di Auditorium universitas Tadulako (Untad). Hengki mengungkapkan hingga Agustus 2026, volume ekspor durian Sulteng ke Tiongkok tercatat sebanyak 7.344 ton. Ia meyakini apabila penyakit bangkalan dapat diatasi, volume ekspor berpotensi mencapai sekitar 20.000 ton.

“Sampai Agustus ini ekspor durian kita ke Tiongkok itu tercatat 7.344 ton. Bayangkan saja kalau penyakit ini kita bisa tangani, saya yakin produksinya bisa sampai 20.000 ton ekspor ke Cina,” jelasnya.

Hengki menyebut, Menteri Pertanian telah menyampaikan arahan kepada jajarannya untuk menyiapkan tenaga pakar proteksi tanaman terbaik dari Kementerian Pertanian guna membantu penanganan penyakit tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan terus mengawal realisasi janji tersebut.

“Pak Menteri menyampaikan ke jajarannya untuk menyiapkan tenaga pakar proteksi tanaman terbaik dari Kementan atau pemerintah RI. Beliau janjikan begitu ke petani Sulteng. Tinggal tindak lanjutnya, kami menunggu dan akan terus menagih janjinya itu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hengki menegaskan petani durian Sulteng tetap berupaya mencari solusi secara mandiri dalam menangani penyakit bangkalan tersebut, sembari menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.

“Petani durian, ya tetap berusaha. Kita akan terus mencari formulanya bagaimana menangani penyakit durian bangkalan ini secara mandiri. Kita bantu doa semoga Pak Mentan benar-benar serius, dan saya yakin beliau serius untuk bantu petani Sulteng,” tambahnya(ZAR).

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

DPRD Sulteng Kawal Janji Menteri

0
PALU, Radar Sulteng - Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri menilai menilai instruksi Menteri ESDM menjadi sinyal positif bagi perjuangan Sulawesi Tengah,...

TERPOPULER >