back to top
Sabtu, 12 September 2026
BerandaDAERAHMenu MBG Berasa Bensin dan Handbody, Relawan Touna Desak...

Menu MBG Berasa Bensin dan Handbody, Relawan Touna Desak Korwil BGN Dievaluasi

AMPANA, Radar Sulteng – Relawan MBG Kabupaten Tojo Una-una (Touna) mendesak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tojo Una-Una dievaluasi.

Korwil Erwin Ibrahim selaku Relawan Kawal MBG Kabupaten Touna mendesak Korwin BGN di Touna dievaluasi menyusul dua kasus dugaan keracunan yang terjadi dalam sepekan.

Kasus terbaru terjadi di SD Desa Tatari, Kecamatan Tojo, Kamis (11/9/2026). Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, muntah dan pusing setelah menyantap menu MBG.

Erwin Ibrahim menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah tersebut. Ia bahkan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk terhadap Korwil BGN di wilayah tugas Kabupaten Touna.

Dalam pernyataannya, Ibrahim menyebut kasus pertama terjadi di SD 11 Ratolindo pada Jumat (4/9/2026). Sebanyak 10 siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing dan sakit perut setelah mengonsumsi menu bakso.

Dari 10 siswa tersebut, dua di antaranya harus menjalani perawatan di RSUD Ampana. Sampel makanan kemudian dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada 5 September 2026 untuk pemeriksaan.

Belum selesai kasus pertama, dugaan kejadian serupa kembali terjadi di SD Desa Tatari, Kecamatan Tojo, pada Kamis (11/9/2026).

Ibrahim menyebut makanan tiba di sekolah sekitar pukul 08.50 WITA dan mulai dibagikan sekitar pukul 09.10 WITA. Sekitar 30 menit setelah mengonsumsi makanan, sejumlah siswa mengalami mual, muntah dan pusing.

Yang menjadi perhatian, menurut keterangan Ibrahim berdasarkan pengakuan siswa, terdapat makanan yang disebut memiliki rasa dan aroma tidak biasa. Buah semangka disebut terasa seperti bensin, sementara tahu disebut memiliki rasa seperti handbody.

Sampel Menu MBG di Touna

Menu yang disajikan dalam paket MBG tersebut terdiri dari nasi putih, sempol ayam saus Bangkok, tahu bumbu Bali, capcai sawi dan wortel, serta buah semangka.

Ibrahim menyatakan dua kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius. Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas makanan dan rantai pasok bahan baku MBG perlu diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Selain persoalan dugaan keracunan, Ibrahim juga menduga adanya praktik monopoli dalam pengadaan bahan baku MBG di Touna.

‘Terdapat sekitar lima hingga tujuh SPPG di Kabupaten Touna yang diduga memperoleh sebagian besar bahan bakunya dari satu pemasok besar,” ujar Ibrahim, Sabtu (12/9/2026).

Erwin Ibrahim

Menurut Erwin, kondisi tersebut perlu diperiksa karena berpotensi bertentangan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Ia merujuk Pasal 11 Ayat 4 yang mengatur larangan bagi SPPG melakukan praktik monopoli, monopsoni dan kartel dalam pengadaan bahan baku.

“Kami mendesak BGN RI dan pemerintah pusat melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Touna serta Korwil BGN di wilayah tugas Kabupaten Touna dievaluasi, bahkan dicopot atau dinonaktifkan apabila terbukti tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan sesuai ketentuan,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Selain itu, Erwin meminta SPPG yang terbukti menjadi penyebab keracunan diberikan sanksi tegas, termasuk penghentian operasional secara permanen apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran serius.

Ia juga meminta seluruh rantai pasok bahan baku pada SPPG di Touna diaudit, termasuk dugaan pola satu pemasok yang melayani sejumlah SPPG.

Tidak hanya itu, Ibrahim menuntut adanya transparansi publik terkait hasil audit, daftar pemasok dan kontrak kerja sama seluruh SPPG di Kabupaten Touna.

Untuk para siswa yang terdampak, ia meminta pemerintah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis, pembiayaan dan pendampingan psikososial secara gratis.

Erwin juga mendesak pemerintah pusat mempertimbangkan penghentian sementara pelaksanaan MBG secara nasional untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem, regulasi, pengawasan dan rantai pasok program tersebut.

“Nyawa anak-anak Touna bukan untuk uji coba,” tegas Ibrahim.

Ia memberikan waktu 3×24 jam kepada pihak terkait untuk mengambil keputusan dan langkah tegas. Jika tidak ada respons, Ibrahim menyatakan akan menggelar aksi damai dan audiensi dengan Ketua Satgas MBG serta DPRD Kabupaten Tojo Una-Una. (bar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Putri Wartawan Harian Radar Sulteng Pertukaran Pelajar ke Norwegia

0
PALU – Saat ini, salah seorang pelajar dari Kota Palu mengikuti program pertukaran pelajar di Oslo, ibu kota Norwegia. Ia adalah Aflah Riztaniarani (16),...

TERPOPULER >