back to top
Jumat, 23 Oktober 2026
BerandaDAERAHKebakaran Hutan Lahan Makin Meluas, BPBD Gunakan Drone Pantau...

Kebakaran Hutan Lahan Makin Meluas, BPBD Gunakan Drone Pantau Titik Api

PALU, Radar Sulteng – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sulawesi Tengah selama beberapa bulan terakhir belum mereda.

Dua wilayah Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Banggai dan Kabupaten Parigi Moutong, pada 20–21 Oktober 2026. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 14 hektare, meliputi perkebunan cengkeh dan kelapa.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, kebakaran di Kabupaten Banggai terjadi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Nuhon, sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong terjadi di Dusun IV, Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga.

Kebakaran di Desa Sumber Agung, Kabupaten Banggai, pertama kali diketahui pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Api yang berasal dari perkebunan warga kemudian meluas ke areal perkebunan cengkeh dan hutan di sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., berdasarkan informasi TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Banggai serta Kabupaten Parigi Moutong, menyebutkan tingginya suhu udara saat memasuki musim kemarau disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Upaya pemadaman awal oleh masyarakat terkendala keterbatasan peralatan, kondisi lahan yang kering, serta medan yang sulit dijangkau.

Berdasarkan pemantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai menggunakan drone pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 02.30 WITA, masih ditemukan sejumlah titik sebaran api.

Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 13 hektare, terutama perkebunan cengkeh. Sebagian api telah berhasil dipadamkan, tetapi masih terdapat titik bara yang sulit dijangkau akibat kondisi medan.

Lokasi bara api diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga. Meski demikian, laporan BPBD menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, kebakaran lahan perkebunan masyarakat juga terjadi di Dusun IV, Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WITA.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar satu hektare lahan perkebunan kelapa. Hingga laporan diterima BPBD pada Kamis, 22 Oktober 2026, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Berbeda dengan kejadian di Banggai, api di Desa Ogotion dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Menindaklanjuti kedua kejadian itu, TRC dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD di masing-masing kabupaten telah melakukan asesmen serta koordinasi penanganan bencana.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga mencatat kebutuhan mendesak berupa peralatan bergerak untuk pemadaman karhutla di Kabupaten Banggai. Sementara itu, untuk kejadian di Kabupaten Parigi Moutong, tidak terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan.

“Masyarakat diimbau tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan kering. Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas dan menghindari terulangnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Asbudianto, Kamis (22/10/2026). (bar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Anwar Hafid Bentuk Satgas Terpadu Sisir Pajak Industri

0
MOROWALI, Radar Sulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menginstruksikan penguatan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas)...

TERPOPULER >