back to top
Selasa, 2 Juni 2026
BerandaPALUJanuari-April 2026, Sulteng Ekspor 4 Ribu Ton Durian ke...

Januari-April 2026, Sulteng Ekspor 4 Ribu Ton Durian ke Tiongkok

Palu, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat kerjasama hilirisasi dan ekspor komoditas unggulan, khususnya durian dan kelapa, untuk menembus pasar global.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, yang diterima Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid didampingi Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan Sulawesi Tengah memiliki potensi besar menjadi pusat produksi durian dunia karena didukung sumber daya alam dan pasar ekspor yang terus berkembang.

“Sulawesi Tengah menuju Raja Durian Dunia,” tegas Anwar.

Menurutnya, penguatan ekspor komoditas pertanian dan perkebunan menjadi salah satu strategi penting menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tetap berada di atas rata-rata nasional.

Selain sektor industri pengolahan, kata dia, ekspor kelapa bulat dan durian kini menjadi fokus pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan devisa dan kesejahteraan petani.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong ekspor kelapa bulat dan durian. Peran Badan Karantina menjadi sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran program ekspor yang sedang kami lakukan,” ujarnya.

Anwar juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sulteng telah menjalin komunikasi dan kesepakatan kerja sama dengan Provinsi Hainan, Tiongkok, di bidang pertanian, perikanan, kesehatan, peternakan hingga perdagangan ekspor.

Menurutnya, pasar Tiongkok, khususnya Hainan, menunjukkan minat besar terhadap komoditas durian dan kelapa asal Sulawesi Tengah.

Sebagai upaya memperkuat konektivitas perdagangan internasional, Pemprov Sulteng juga merencanakan pembukaan penerbangan langsung Guangzhou–Palu melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri pada 10 Juli 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan lembaganya kini tidak lagi sekadar menjadi “penjaga pintu”, tetapi juga berperan sebagai akselerator ekonomi nasional.

Menurutnya, Barantin memiliki tanggung jawab memastikan standar keamanan hayati dan mutu pangan terpenuhi agar komoditas Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

“Barantin ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional,” katanya.

Karding menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar karantina dan SOP ekspor untuk menjaga kualitas komoditas unggulan Sulawesi Tengah.

Ia menilai durian dan kelapa asal Sulawesi Tengah memiliki daya saing tinggi di pasar global, khususnya Tiongkok.

“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” tambahnya.

Ia juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium karantina di Sulawesi Tengah guna mendukung hilirisasi dan memastikan kualitas produk ekspor memenuhi standar internasional.

Data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah berhasil mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Sulawesi Tengah Yus Mangun, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Wakapolda Sulawesi Tengah Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), serta Ketua Kadin Parigi Moutong. (bar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Cikasda Sulteng Berkurban Konsep Ramah Lingkungan

0
Palu, – Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah menerapkan ramah lingkungan hijau pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Konsep...

TERPOPULER >