Bupati Sigi Minta Maaf
SIGI, Radar Sulteng – Kondisi jalan poros Gimpu–Kalamanta di Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, yang hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat, membuat masyarakat sekitar semakin susah.
Buruknya akses transportasi di wilayah Pipikoro bagian timur itu bahkan membuat jenazah Benyamin Noa, mantan Kepala Desa Masewo yang menjabat selama dua periode, harus diangkut menggunakan ojek oleh masyarakat setempat saat hendak dibawa ke daerah lain.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata sulitnya akses infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Sigi. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan dasar dan akses transportasi yang layak, kondisi jalan yang belum memadai menjadi persoalan serius, terutama ketika warga menghadapi situasi darurat.
Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jalan tersebut. Mereka berharap persoalan ini menjadi prioritas pembangunan, terlebih dengan adanya program Berani Lancar yang diusung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur jalan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa yang dialami masyarakat Pipikoro Timur.
“Atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Sigi, saya menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa ini. Saya menyadari kondisi akses jalan di wilayah Pipikoro Timur, khususnya Kalamanta, hingga saat ini memang masih sangat sulit dan belum memadai,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi persoalan keterisolasian wilayah tersebut. Sejak awal menjabat bersama Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi, pihaknya telah berkomitmen memperjuangkan pembukaan akses jalan dari Kalamanta menuju Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Menurut Rizal, pembangunan akses tersebut menjadi langkah penting untuk memperbaiki konektivitas wilayah sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat. Dengan jalan yang memadai, warga diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, termasuk memperoleh pelayanan kesehatan dan penanganan cepat ketika terjadi keadaan darurat.
“Sejak awal saya menjabat bersama Pak Wakil Bupati Samuel Pongi, kami telah berkomitmen segera membuka akses jalan Kalamanta menuju Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Jika akses ini terhubung dan dibangun, mobilitas masyarakat akan jauh lebih baik, sehingga kejadian seperti ini diharapkan tidak terulang lagi,” katanya.
Rizal menjelaskan, Pemkab Sigi telah melakukan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sebagai bagian dari upaya mewujudkan konektivitas antardaerah tersebut.
Pemerintah daerah juga terus mendorong agar rencana pembangunan jalan Kalamanta–Seko mendapatkan dukungan pemerintah pusat sehingga dapat ditetapkan sebagai jalan nasional.
Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Gubernur Anwar Hafid, yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap upaya pembukaan akses jalan tersebut.
Dukungan pemerintah provinsi dan pusat dinilai penting untuk mempercepat realisasi pembangunan, mengingat persoalan infrastruktur di Pipikoro Timur tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
Peristiwa pengangkutan jenazah menggunakan ojek tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keterbatasan infrastruktur jalan dapat menimbulkan kesulitan besar bagi masyarakat, bahkan dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera.
Karena itu, masyarakat berharap program Berani Lancar dapat memberikan perhatian terhadap ruas jalan di wilayah Pipikoro Timur, khususnya poros Gimpu–Kalamanta, yang hingga kini belum bisa dilalui kendaraan roda empat.
Rizal meminta masyarakat tetap bersabar dan memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya agar pembukaan akses Kalamanta–Seko dapat segera terwujud.
“Saya sangat memohon masyarakat dapat bersabar. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar pembukaan akses jalan Kalamanta–Seko dapat segera terwujud. Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi tentang membuka keterisolasian dan memastikan masyarakat mendapat akses lebih layak, termasuk dalam situasi darurat seperti yang kita saksikan saat ini,” ujarnya. (bar)






