Aca dan Dita Bawa Misi Budaya dan Pariwisata Sulteng
PALU,- Yayasan Dey Ante Yojo Pageant mengirimkan dua perwakilannya untuk mengikuti ajang international Junior Celebrity World 2026 yang akan berlangsung di Malaysia pada 25–29 Juni 2026.
Kedua delegasi tersebut yakni, Andi Aisyah Putri Anandita (Dita) yang akan berkompetisi pada kategori Preteen dan Chariza Nurul Fathia (Aca) pada kategori Teen.
Founder Yayasan Dey Ante Yojo Pageant, Andar Zulkarnain mengatakan, persiapan kedua duta Seni dan Budaya Sulteng tersebut, telah siap secara maksimal.
Namun kata Andar, tantangan terbesar yang kemungkinan akan dihadapi dua perwakilan Sulteng tersebut yakni perbedaan bahasa antarnegara.
“Peserta yang hadir berasal dari berbagai negara dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Ini yang menjadi tantangan terbesar, karena kemungkinan ada pada kemampuan berkomunikasi, terutama penggunaan bahasa Inggris,” ujarnya di Palu, Selasa (23/6).
Namun dirinya tidak meragukan kemampuan Aca dan Dita, karena telah memiliki pengalaman dan sering mengikuti kompetisi tingkat nasional sehingga cukup memahami apa yang harus dilakukan selama mengikuti ajang internasional tersebut.
Menurut Andar, Aca dan Dita tidak hanya membawa nama Kota Palu dan Sulawesi Tengah, tetapi juga mewakili Indonesia di tingkat internasional. Untuk itu, keduanya akan memperkenalkan berbagai kekayaan budaya daerah dan nasional kepada peserta dari negara lain.
Kata dia, selain menampilkan budaya Sulteng melalui tarian dan kuliner tradisional di ajang tersebut, Aca dan Dita akan mengenakan kebaya sebagai kostum nasional pada malam final. Mereka juga akan mempromosikan potensi pariwisata Sulteng kepada para finalis dari berbagai negara.
“Pariwisata menjadi salah satu hal yang akan kami perkenalkan. Kami ingin peserta dari negara lain mengenal potensi wisata yang ada di Sulawesi Tengah,” katanya.
Sementara itu, terkait keseimbangan antara pendidikan dan aktivitas di dunia pageant, Andar menilai Aca dan Dita mampu membagi waktu dengan baik.
Menurut dia, setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda, baik di bidang olahraga, seni, maupun dunia hiburan.
“Sebagai remaja, mereka tetap menjalani pendidikan seperti biasa. Disisi lain, mereka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Secara mental, keduanya sudah terbiasa tampil di depan umum dan mampu mengelola waktu antara sekolah, kehidupan remaja, dan aktivitas pageant,” jelasnya.
Andal mengatakan, dunia pageant berbeda dengan modeling. Jika modeling lebih berfokus pada penampilan di atas panggung, namun pageant menuntut kemampuan yang lebih luas, termasuk kecerdasan, wawasan, serta kemampuan berbicara di depan publik.
Karena lanjut dia, pageant bukan hanya soal penampilan fisik, tetapi intelegensia, pola pikir, kecerdasan, dan kemampuan public speaking menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan seseorang menyandang gelar putrid.
Ditambahkanya, Junior Celebrity World 2026 akan diikuti sebanyak 32 peserta dari 17 negara. Sehingga dirinya berharap Aca dan Dita mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia, terutama Sulteng di kancah internasional.
“Harapan kami tentu mereka bisa membawa nama Indonesia dengan baik, khususnya Kota Palu dan Sulawesi Tengah. Semoga dapat meraih prestasi dan membawa pulang predikat yang membanggakan,” tutupnya.(lam)






