back to top
Kamis, 18 Juni 2026
BerandaDAERAHBatalkan Agenda Nasional, Anwar Hafid Langsung Tinjau Korban Gempa...

Batalkan Agenda Nasional, Anwar Hafid Langsung Tinjau Korban Gempa di Sigi

Sigi, – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, langsung bergerak meninjau wilayah terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 sesaat setelah tiba di Palu dari Jakarta, Rabu (17/6/2026) pagi.

Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi segera terpenuhi.

Didampingi Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur Forkopimda lainnya, Gubernur mengunjungi Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Desa Kamarora A, dan Desa Kamarora B yang menjadi wilayah terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau kondisi lapangan sekaligus menggelar rapat bersama para kepala desa untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat pascabencana.

Dari hasil pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain air bersih, tenda atau terpal darurat, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama karena sejumlah sumber air tertutup material longsor akibat gempa.

“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” kata Anwar Hafid.

Menurut gubernur, dari lima desa yang dikunjungi, Desa Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Trauma akibat gempa masih dirasakan kuat oleh warga. Bahkan, seorang ibu terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dibayangi trauma bencana gempa dan tsunami tahun 2018.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyalurkan 550 unit tenda terpal yang jumlahnya melebihi kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan. Selain itu, bantuan berupa selimut dan tenda portable juga akan didistribusikan kepada warga terdampak.

Pemprov Sulteng juga menyiapkan sekitar 650 paket sembako untuk masyarakat yang terdampak gempa. Data sementara menunjukkan sekitar 550 kepala keluarga mengalami kerusakan pada tempat tinggal mereka. Namun sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah masing-masing dan tidak mengungsi secara kolektif karena ingin menjaga harta benda mereka.

Untuk menjamin ketersediaan air bersih, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan melakukan distribusi air bersih setiap hari hingga kondisi sumber air masyarakat kembali normal.

“Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga tengah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan, sedang maupun berat. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh unsur terkait memastikan penanganan darurat terus dilakukan secara maksimal hingga kondisi masyarakat kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (bar/*)

INFO GRAFIS
BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Bupati dan Wakil Bupati Sigi Pimpin Langsung Penanganan Darurat di Nokilalaki

0
Sigi, – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan dampak bencana dengan tetap bersiaga di...

TERPOPULER >