PALU, – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak seluruh masyarakat Sulteng untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun daerah, dengan satu tujuan besar yakni, membahagiakan “ibu” Sulteng.
Pesan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulteng yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (13/4).
“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai putera asli Sulteng mengajak kita semua bergandengan tangan bersatu untuk membahagiakan ibu kita Sulteng,” ujar Anwar Hafid di hadapan peserta upacara.
Anwar mengatakan, kebahagiaan daerah tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan masyarakatnya, terutama mereka yang masih hidup dalam keterbatasan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi rumah tidak layak huni, sehingga masuk dalam kategori miskin ekstrim.
”Masih ada sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Masih banyak anak-anak yang belum merasakan fasilitas pendidikan yang layak,” ungkapnya.
Melalui momentum HUT ke-62 ini, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kebersamaan demi masa depan daerah yang lebih baik, karena upaya menyejahterakan masyarakat adalah hal yang mutlak harus dilakukan.
”Mari kita bergandengan tangan, mari kita melepaskan kepentingan sendiri. Ibu kita ingin agar anak-anaknya tidak tercerai-berai,” tegasnya.
Mantan Bupati Morowali dua periode tersebut mengingatkan, masyarakat Sulteng adalah satu keluarga besar yang lahir dari geografis yang sama. Karena itu, rasa persaudaraan harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
”Kita semua adalah bersaudara. Kita semua dilahirkan dari satu geografis yang sama, yaitu Sulawesi Tengah,” katanya.
Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga, membangun, dan memajukan daerah sebagai “rumah bersama” yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
“Mari kita jaga rumah kita ini, kita bangun rumah kita ini, dan kita majukan rumah ini, Sulawesi Tengah,” ajaknya.
Anwar Hafid menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil.
“Ibu kita Sulteng berpesan kepada kita, tolong saudara-saudaramu. Mereka ada di gunung, mereka hidup dalam rumah yang tidak layak, mereka hidup dalam tekanan kemiskinan,” ujarnya.
Gubernur kembali mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam semangat gotong royong demi menyelamatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulteng.
“Mari kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” pungkasnya.(*/bar)






