PALU, — Penataan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Palu terus dilakukan dengan mengedepankan aspek estetika, kualitas, serta kearifan lokal. Pemasangan PJU berornamen di sejumlah jalur protokol kini menghadirkan wajah kota yang lebih modern dan tertata, khususnya pada malam hari.
Untuk menunjang kualitas hasil pekerjaan, tiang PJU dan bollar teraso/fiber didatangkan dari produsen spesialis di Klaten, Yogyakarta, yang telah berpengalaman memasok tiang PJU dekoratif ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Yogyakarta di Kawasan Malioboro, Bandung, dan Jakarta.
Standar produksi yang diterapkan juga memperhatikan kearifan budaya lokal masing-masing daerah. Khusus di Kota Palu, desain ornamen yang digunakan menonjolkan motif kelor yang merupakan salah satu ikon daerah.
Selain aspek desain, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga menerapkan kebijakan penggunaan jaringan kabel bawah tanah secara bertahap dalam instalasi PJU. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kerapian kota, memperindah tampilan visual, serta memudahkan proses perawatan.
Penggunaan kabel bawah tanah tersebut juga dinilai mampu mengurangi risiko gangguan jaringan, sekaligus meminimalisir potensi kerusakan akibat faktor eksternal seperti cuaca maupun aktivitas di permukaan.
Dengan hadirnya PJU berornamen ini, kata Teguh, wajah Kota Palu diharapkan semakin tertata dan menarik, terutama pada malam hari. Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, keberadaan PJU tersebut juga diharapkan mampu memperkuat citra kota sebagai kawasan yang modern namun tetap berakar pada nilai budaya lokal. (*/BAR)






