back to top
Rabu, 21 Oktober 2026
BerandaPALUPLN Tambah Daya 20 MW, Pemadaman Listrik Masih Terjadi

PLN Tambah Daya 20 MW, Pemadaman Listrik Masih Terjadi

PALU, Radar Sulteng – Pemadaman listrik yang melanda Kota Palu dan wilayah sekitarnya makin meluas. Padahal, PT PLN (Persero) baru saja mengoperasikan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 20 Megawatt (MW) di PLTD Sidera, Kabupaten Sigi, yang diresmikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Sabtu (17/10/2026).

Tambahan daya tersebut diharapkan memperkuat pasokan listrik di Sulawesi Tengah (Sulteng), sekaligus menjadi salah satu langkah mengatasi persoalan pemadaman bergilir yang dalam beberapa pekan terakhir mengganggu aktivitas masyarakat.

Namun, pengoperasian pembangkit baru itu belum serta-merta menghilangkan persoalan pemadaman. Keluhan mengenai pemadaman yang semakin meluas di Kota Palu dan sekitarnya masih menjadi perhatian, di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pasokan listrik yang stabil.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah daerah dan PLN memperkuat infrastruktur kelistrikan. Di satu sisi, tambahan kapasitas pembangkit mulai dioperasikan. Di sisi lain, masyarakat masih berharap peningkatan daya tersebut benar-benar berdampak pada berkurangnya frekuensi dan durasi pemadaman.

Hal ini menjadi pertanyaan Supriyadi, Aktivis di Sulteng, bahwa PLN memastikan sampai kapan pemadaman Listrik dan defisit daya yang sebenarnya.

“Yang diperlukan ini keterbukaan, berapa sebenarnya defisit dari total pembangkit yang ada,” ujar Supriyadi saat dihubungi Selasa (20/10/2026).

Supriyadi menilai, penyebab defisit ini ada kaitannya dengan system interkoneksi pembangkit PLN dari Sulsel, Sulbar hingga Sulteng.

“Ada kaitan karena saya baca di berita bahwa pembangkit di Sulsel drop menyebabkan kelangkaan pasokan daya dan menyedot daya pembangkit di Sulteng khususnya dari PLTA Sulewana Poso sehingga Sulteng terkena imbasnya,” ujarnya.

Kondisi defisit daya yang sebelumnya terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulteng bersama jajaran PLN UP3 Palu di Gedung DPRD Sulteng, Selasa (15/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Manajer PLN UP3 Palu Ansar menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sulteng mengalami defisit sekitar 30 MW ketika beban puncak mencapai kurang lebih 270 MW. Sementara itu, kemampuan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sulewana yang tersedia saat itu hanya sekitar 90 MW.

Defisit di Sulteng tersebut merupakan bagian dari persoalan kelistrikan regional Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang juga mengalami kekurangan daya sekitar 130 MW.

Dengan demikian, total defisit gabungan Sulteng dan Sulbagsel mencapai sekitar 160 MW pada jam beban puncak, terutama pukul 15.00 hingga 17.00 WITA.

Dalam RDP tersebut, PLN mengungkapkan bahwa penurunan kemampuan pembangkit listrik tenaga air menjadi salah satu penyebab utama defisit. Berkurangnya debit air di wilayah tangkapan air berdampak pada produksi listrik, sehingga pasokan tidak mampu memenuhi kebutuhan ketika konsumsi mencapai puncaknya.

Kondisi tersebut mendorong PLN memberlakukan pemadaman bergilir untuk menjaga keseimbangan sistem kelistrikan.

Ansar saat itu menyampaikan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mengoptimalkan pembangkit diesel sewa yang tersedia, mempercepat pemeliharaan unit pembangkit dan jaringan interkoneksi, hingga menambah kapasitas melalui penyewaan pembangkit baru.

PLN juga melakukan rekayasa cuaca di wilayah tangkapan air untuk membantu meningkatkan debit air yang menjadi sumber energi pembangkit listrik tenaga air.

Untuk jangka menengah dan panjang, PLN menyiapkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandy Adhiprabowo Nayoan menyebut pemadaman bergilir telah mengganggu aktivitas masyarakat. Keluhan warga juga banyak bermunculan melalui media sosial, terutama terkait jadwal pemadaman yang dinilai tidak menentu.

Menurut Dandy, dampak pemadaman bukan hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga fasilitas publik, kehidupan sosial, dan perputaran ekonomi masyarakat.

Karena itu, Komisi III meminta tenaga ahli DPRD Sulteng merumuskan rekomendasi resmi sebagai tindak lanjut RDP. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemenuhan kebutuhan pembangkit diesel sewa untuk mengatasi kekurangan daya dalam jangka pendek.

Sementara itu, pengembangan energi baru terbarukan, termasuk PLTS, didorong sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem kelistrikan daerah.

Dandy juga menegaskan pentingnya peran pemerintah provinsi dalam mendorong penyelesaian persoalan kelistrikan, sejalan dengan program Sembilan Berani, khususnya Berani Menyala. (bar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Warga Siuna Tuntut Dana PPM Transparan

0
Supardi : Perusahaan Tambang Nikel Sebaiknya Jujur BANGGAI, Radar Sulteng,- Tuntutan masyarakat lingkar tambang di Wilayah Desa Siuna Kecamatan Pagimana dan Kecamatan Bualemo, agar anggaran...

TERPOPULER >