Ismail Yunus Minta Hadi Kembali ke Hanura
PALU, – Ketua DPD Hanura Sulteng Hadianto Rasyid dikabarkan meninggalkan Hanura, partai yang membesarkan namanya hingga melenggang menjadi Wali Kota Palu dua periode.
Kabar tersebut dibenarkan Ismail Yunus, Sekretaris DPD Hanura Sulteng. Senin pekan lalu, ia dipanggil DPP Hanura terkait pengunduran diri Hadianto.
“Intinya kami dimintai tanggapan terkait dengan pengunduran diri Pak Hadianto dan tentu kami semua masih berharap beliau untuk terus bersama kami,” kata Ismail Yunus melalui WhatsApp, Sabtu (13/6/2026).
Pertemuan di DPP itu juga dihadiri para Ketua DPC Hanura se-Sulteng bersama Ketua OKK Hanura, Yahdi Basma.
Menurut Ismail, “kepergian” Hadianto terasa mendadak. Selama ini, Hadianto tidak pernah menyebut alasan ataupun rencana untuk pindah partai.
“Karena selama ini beliau tidak pernah bilang sama saya atau kader yang lain mau pindah partai,” kata Ismail.
Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sulteng Longki Djanggola yang dimintai tanggapan terkait kabar Hadianto berlabuh ke Gerindra menanggapi santai.
“Saya belum dapat berita itu. Silakan tanya ke Hadianto langsung. Terima kasih,” ujarnya.
Begitu juga Ketua DPD Golkar Sulteng, Arus Abdul Karim, belum merespons konfirmasi.
Apakah Hadianto tidak diminati dua partai besar ini?
Pun Hadianto, saat dimintai tanggapan, tidak membalas pesan konfirmasi.
Bendahara Umum DPD Golkar Sulteng, Imelda Liliana Muhidin, yang juga rekan Hadianto Rasyid sebagai Wakil Wali Kota Palu, menanggapi bahwa hal tersebut merupakan wewenang ketua umum partai.
Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Sulteng, Stivan Sandagang, mengatakan bahwa belum ada pembicaraan sama sekali terkait bergabungnya Hadianto ke Gerindra.
“Karena yang bersangkutan harus menyurat dulu ke ketua umum,” kata Stivan.
Soal setuju atau tidak, menurut Stivan, pembicaraan belum sampai ke tahap tersebut. Sebab, arah Pilkada ke depan juga masih belum jelas, apakah kepala daerah akan dipilih oleh DPRD atau tetap melalui pemilihan langsung seperti saat ini. (bar)






