back to top
Selasa, 30 Juni 2026
BerandaPALUGubernur Ajak Kampus Wujudkan Sulteng Nambaso Lewat Inovasi dan...

Gubernur Ajak Kampus Wujudkan Sulteng Nambaso Lewat Inovasi dan Riset

PALU, – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi pondasi utama untuk mewujudkan visi Sulteng Nambaso. Penegasan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Kuliah Tamu bertema “Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah” di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu.

Kuliah tamu tersebut dihadiri Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Muhammad Yasin, M.P., para dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.

Di hadapan peserta, Anwar Hafid mengajak perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan di Sulawesi Tengah. Menurutnya, kemajuan daerah tidak akan tercapai hanya melalui pembangunan fisik, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusianya.

“Sulawesi Tengah hanya akan menjadi daerah yang besar jika memiliki sumber daya manusia yang hebat,” tegas Anwar.

Anwar menjelaskan bahwa lahirnya visi Sulteng Nambaso berawal dari hasil kajian terhadap berbagai indikator pembangunan manusia.

Pemerintah Provinsi menemukan fakta bahwa sekitar 50 persen lulusan SMP tidak melanjutkan ke SMA, sementara sekitar 50 persen lulusan SMA juga tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. Setiap tahun terdapat sekitar 12 ribu lulusan SMA di Sulawesi Tengah yang menghadapi persoalan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan angka harapan lama sekolah masyarakat Sulawesi Tengah baru mencapai sekitar sembilan tahun. Artinya, rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP.

Menurut Anwar, akar persoalan tersebut bukan karena rendahnya minat belajar, melainkan keterbatasan ekonomi keluarga.

“Kami telusuri penyebabnya. Kami bertanya langsung kepada masyarakat mengapa anak-anak mereka tidak melanjutkan sekolah. Jawaban yang paling dominan adalah karena biaya pendidikan,” katanya.

Dari hasil kajian tersebut lahirlah konsep Nambaso, yang dimaknai sebagai Anak Miskin Bisa Sekolah. Filosofi itu kemudian berkembang menjadi visi besar pembangunan daerah, yakni menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah besar melalui pembangunan manusia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Anwar bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menyusun strategi pembangunan yang dinamakan 9 Berani.

Menurutnya, “Berani” bukan sekadar slogan, melainkan singkatan dari Bersama Anwar-Reny, yang menjadi sembilan program prioritas pemerintahan.

Anwar menjelaskan bahwa strategi tersebut lahir setelah pemerintah memetakan sejumlah persoalan mendasar di Sulawesi Tengah, mulai dari kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, tingginya pengangguran, hingga dominasi lapangan kerja sektor informal..(*/sh)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Gubernur: Kebijakan Hebat Lahir dari Riset Kampus

0
PALU, Radar Sulteng- Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, saat memberikan kuliah umum di Aula Fakultas Kedokteran Unisa, Senin (29/6), mengajak civitas...

TERPOPULER >