Usung Visi “Kadin Kolaboratif, Sulteng Nambaso”
PALU,— Pengusaha gaek Sulawesi Tengah, Endi Hermawan, maju sebagai calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah periode 2026-2031.
Jika tidak ada aral melintang Musda pemilihan ketua umum Kadin Sulteng akan digelar Rabu 20 Mei 2026 di Hotel Grand Sya Palu.
Dengan pengalaman panjang di dunia usaha dan organisasi, Endi membawa visi besar memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus rumah besar bagi pengusaha lokal.
Dengan membawa tagline besar “Kadin Kolaboratif, Sulteng Nambaso”, Endi Hermawan hadir bukan sekadar menawarkan kepemimpinan organisasi, tetapi membawa gagasan tentang bagaimana Kadin dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah yang mampu menyatukan seluruh elemen pengusaha, pemerintah, investor dan masyarakat dalam satu visi pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah.
Bagi Endi, Kadin bukan hanya organisasi formal tempat berhimpunnya pengusaha. Lebih dari itu, Kadin harus menjadi rumah besar dunia usaha yang mampu menjawab tantangan zaman, memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal dan memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat.
“Sulawesi Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Kita punya pertambangan, perkebunan, perikanan, energi, pariwisata dan sektor jasa yang berkembang pesat. Tetapi pertanyaannya, apakah pengusaha lokal sudah benar-benar menjadi pemain utama? Apakah manfaat ekonominya sudah dirasakan luas oleh masyarakat? Di sinilah Kadin harus hadir,” ujar Endi Hermawan dalam pemaparan visi dan misinya.
Menurutnya, era kompetisi ekonomi saat ini tidak lagi memungkinkan organisasi berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan pola kolaborasi besar antara pemerintah, pelaku usaha besar, UMKM, akademisi dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Karena itu, ia mengusung konsep “Kadin Kolaboratif” sebagai arah utama kepemimpinannya jika dipercaya memimpin Kadin Sulawesi Tengah lima tahun ke depan.
Membawa Semangat “Sulteng Nambaso”
Tagline “Sulteng Nambaso” yang diusung Endi bukan sekadar slogan politik organisasi. Istilah itu mencerminkan cita-cita besar tentang Sulawesi Tengah yang maju, kuat, mandiri dan mampu berdiri sejajar dengan daerah lain di Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan, Endi menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Sulteng menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia karena ditopang investasi industri pengolahan nikel dan sektor pertambangan.
Namun menurutnya, pertumbuhan ekonomi tinggi belum otomatis menciptakan pemerataan kesejahteraan jika pengusaha lokal tidak dilibatkan secara serius.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah besarnya investasi yang masuk. Pengusaha lokal harus naik kelas. UMKM harus tumbuh. Anak-anak muda harus mendapat ruang. Kadin harus menjadi penghubung agar peluang ekonomi itu bisa dinikmati masyarakat Sulawesi Tengah,” katanya.
Ia menilai tantangan terbesar dunia usaha saat ini bukan hanya soal modal, tetapi juga akses jaringan, peningkatan kapasitas dan keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal.
Karena itu, konsep “Kadin Kolaboratif” yang diusungnya akan diarahkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Menurut Endi, Kadin tidak bisa eksklusif hanya diisi kelompok tertentu. Semua sektor usaha harus dirangkul, mulai dari pengusaha kecil, UMKM, kontraktor lokal, sektor pertanian, perikanan, pariwisata, perdagangan hingga industri kreatif.
“Kadin harus menjadi rumah besar semua pengusaha,” tegasnya.
Fokus Penguatan UMKM dan Pengusaha Lokal
Salah satu fokus utama Endi Hermawan adalah penguatan UMKM dan pengusaha lokal.
Ia menilai selama ini UMKM sering hanya dijadikan pelengkap dalam berbagai agenda ekonomi daerah. Padahal, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Kadin ke depan harus memiliki program nyata dalam mendampingi UMKM, mulai dari akses pembiayaan, pelatihan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran hingga perluasan jaringan pasar.
Ia juga ingin membangun konektivitas antara pengusaha besar dan UMKM agar tercipta kemitraan yang sehat.
“Jangan sampai investasi besar hanya dinikmati kelompok tertentu. UMKM lokal harus masuk dalam rantai pasok industri. Ini penting supaya ekonomi daerah bergerak secara merata,” ujarnya.
Selain UMKM, Endi juga memberi perhatian terhadap pengusaha muda. Ia mengaku memahami tantangan generasi muda yang ingin membangun usaha di tengah persaingan ekonomi modern.
Karena itu, salah satu agenda yang akan didorong adalah pembentukan ruang inkubasi bisnis dan pengembangan startup lokal di Sulawesi Tengah.
Ia ingin Kadin menjadi organisasi yang dekat dengan generasi muda dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Menjadikan Kadin Mitra Strategis Pemerintah
Dalam visi kepemimpinannya, Endi tidak ingin Kadin hanya menjadi organisasi seremonial.
Ia ingin Kadin benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun arah pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, hubungan antara pemerintah dan dunia usaha harus dibangun dalam semangat kemitraan yang sehat dan profesional.
“Kadin harus hadir memberikan masukan, solusi dan gagasan untuk pembangunan daerah. Kita harus membantu pemerintah menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus memastikan pengusaha lokal mendapat ruang,” katanya.
Ia juga menilai pentingnya menjaga stabilitas hubungan antara investor dan masyarakat.
Menurut Endi, investasi harus membawa manfaat ekonomi sekaligus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
“Kita ingin investasi yang sehat, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Selain pengalaman organisasi dan dunia usaha, Endi Hermawan juga pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Nasional Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Konsepsi Nasional Kepemimpinan yang dilaksanakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada tahun 2011 di Jakarta.
Pengalaman tersebut menurutnya memberi pemahaman luas tentang kepemimpinan nasional, wawasan kebangsaan dan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menilai pemimpin organisasi pengusaha saat ini tidak cukup hanya memahami bisnis, tetapi juga harus memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas sektor.
“Organisasi sebesar Kadin membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak,” ujarnya.
Menjawab Tantangan Dunia Usaha Modern
Endi menyadari dunia usaha saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi dan kompetisi pasar yang semakin ketat.
Karena itu, Kadin menurutnya harus adaptif terhadap perubahan zaman.
Ia ingin mendorong digitalisasi organisasi dan pengembangan sistem layanan yang lebih modern bagi anggota Kadin.
Selain itu, ia juga menilai pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengusaha lokal.
“Kita harus siap menghadapi era ekonomi digital dan persaingan global. Pengusaha lokal tidak boleh tertinggal,” katanya.
Dalam program kerjanya, Endi juga menaruh perhatian terhadap sektor pariwisata Sulawesi Tengah.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat jika dikelola serius.
Ia menilai daerah seperti Palu, Donggala, Poso, Morowali hingga Kepulauan Togean memiliki daya tarik wisata yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
Membangun Solidaritas Pengusaha
Salah satu hal yang juga menjadi perhatian Endi adalah pentingnya solidaritas antar pengusaha.
Menurutnya, organisasi pengusaha akan kuat jika seluruh anggota memiliki rasa kebersamaan dan saling mendukung.
Karena itu, ia ingin membangun budaya organisasi yang lebih terbuka, inklusif dan komunikatif.
Ia menilai Kadin harus menjadi wadah yang mampu menyelesaikan persoalan anggota dan memperjuangkan kepentingan bersama.
“Tidak boleh ada sekat-sekat. Semua harus merasa memiliki Kadin,” katanya.
Dukungan dari Berbagai Kalangan
Munculnya nama Endi Hermawan dalam bursa calon Ketua Umum Kadin Sulteng mendapat perhatian dari berbagai kalangan pengusaha.
Banyak yang menilai pengalaman panjangnya di dunia usaha dan organisasi menjadi nilai tambah tersendiri.
Sebagai figur yang pernah memimpin HIPMI dan aktif di berbagai organisasi usaha, Endi dianggap memahami karakter dan kebutuhan pengusaha di Sulawesi Tengah.
Selain itu, pendekatan komunikatif yang selama ini dibangunnya juga menjadi salah satu faktor yang membuatnya mendapat dukungan dari sejumlah kalangan.
Meski demikian, Endi menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar soal perebutan jabatan organisasi.
Baginya, momentum Musyawarah Provinsi Kadin Sulteng harus menjadi titik awal memperkuat persatuan dunia usaha di Sulawesi Tengah.
“Kita ingin membangun Kadin yang kuat, solid dan benar-benar bekerja untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Optimisme Menuju Kadin Baru
Dengan semangat “Kadin Kolaboratif, Sulteng Nambaso”, Endi Hermawan optimistis Kadin Sulawesi Tengah dapat menjadi organisasi yang lebih progresif dan berdaya saing.
Ia percaya kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Menurutnya, jika seluruh elemen bersatu, Sulawesi Tengah memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana semua pihak bisa berjalan bersama,” katanya.
Bagi Endi, kepemimpinan di Kadin bukan soal kekuasaan, tetapi amanah untuk memperjuangkan kepentingan dunia usaha dan masyarakat Sulawesi Tengah.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengusaha untuk menjadikan momentum pemilihan Ketua Umum Kadin sebagai ruang memperkuat persatuan dan membangun masa depan ekonomi Sulawesi Tengah yang lebih baik.
“Kalau pengusaha bersatu, pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saya yakin Sulteng bisa menjadi daerah yang maju, mandiri dan benar-benar Nambaso,” tandasnya. (bar)






