back to top
Kamis, 4 Juni 2026
BerandaPALUBPBD Sulteng Siagakan Kontak Darurat

BPBD Sulteng Siagakan Kontak Darurat

Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Banjir

Palu, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah hulu sungai.

Untuk mempercepat penanganan keadaan darurat, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menyediakan layanan pengaduan dan pelaporan kebencanaan melalui nomor darurat 0813-7177-766 yang dapat dihubungi masyarakat apabila terjadi bencana atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Ir Asbudianto ST MT AIFO mengingatkan bahwa banjir dapat datang secara tiba-tiba dan membawa dampak yang sangat merusak. Selain volume air yang besar, banjir juga dapat menyeret material seperti batu, lumpur, batang kayu, hingga puing-puing lainnya yang membahayakan keselamatan warga.

Masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai maupun kawasan lereng perbukitan agar lebih waspada ketika hujan deras terjadi dalam waktu lama, khususnya di daerah hulu.

Menurut BPBD, terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Di antaranya hujan lebat di wilayah hulu, kerusakan hutan dan alih fungsi lahan, penumpukan sampah di aliran sungai, serta kondisi lereng yang curam.

Selain memahami penyebabnya, masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda awal terjadinya banjir. Beberapa indikator yang perlu diwaspadai antara lain hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu lama, air sungai yang tiba-tiba berubah keruh dan naik dengan cepat, suara gemuruh dari arah hulu sungai, hingga terlihatnya batu, kayu, dan material lain yang terbawa arus.

“Jika menemukan tanda-tanda tersebut, warga diminta segera menjauh dari sungai dan daerah lereng yang berpotensi terdampak. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” ujar Asbudianto di kantornya, Rabu (3/6/2026).

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk segera menuju tempat yang lebih tinggi dan aman apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Warga diminta mengikuti informasi resmi dan peringatan dini dari petugas berwenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, pakaian, obat-obatan, perlengkapan P3K, serta kebutuhan darurat lainnya. Warga juga diimbau membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas saat proses evakuasi berlangsung. (bar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Rekayasa Lalu Lintas dan Transportasi Massal

0
Oleh: Dr. Fery, S.Sos., M.Si *) Hari ini, 2 Juni 2026, saya melintasi Jembatan I Palu saat mengantar anak ke sekolah. Dalam perjalanan pulang ke...

TERPOPULER >