PALU, — Sekitar 135 mahasiswa semester dua Fakultas Hukum Universitas Tadulako (FH Untad) memadati Ruang Vicon, Sabtu (25/4), untuk mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri dan Peningkatan Kreativitas bertema “Integrating Effective Learning, Creative Excellence, and Social Connection.”
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda namun saling melengkapi. dr. Fitra Kemalasari MH, dokter pada PKM Bulili yang punya ketertarikan pada bidang kesehatan mental dan aktif mengembangkan konten edukasi kesehatan jiwa, membuka sesi dengan materi tentang pentingnya empati dan membangun relasi sosial yang positif.
Dia menekankan bahwa mahasiswa hukum perlu dikenalkan sejak dini hal-hal yang berkaitan dengan empati mengingat hukum tidak saja bicara tentang logika dan aturan-aturan. Hukum berbicara tentang manusia, konflik, dan kepercayaan sehingga empati dan relasi sosial yang positif menjadi faktor yang akan berpengaruh bagi karier seseorang di bidang hukum.
Materi kedua disampaikan secara daring melalui Zoom oleh Novrani Erryztafitri, mahasiswa Mechanical Engineering di University of Queensland, Australia, sekaligus penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia. Novrani membagikan strategi belajar efektif di perguruan tinggi, dengan menekankan disiplin, manajemen waktu, dan konsistensi.
Pada awal materinya Novrani menggambarkan awal perjalanan karier belajarnya yang dimulai dari Texas-AS sebagai siswa pertukaran hingga saat ini berkuliah di salah satu kampus top Australia. Menurutnya kemampuan belajar secara efektif dan dampak sosial dari aktivitas non akademik menjadi salah satu kunci yang akan membuka peluang-peluang global.
Sesi terakhir diisi oleh Nur Rizkiya Muhlas, S.H., M.H., dosen FH Untad sekaligus alumnus Universitas Muhammadiyah Malang. Ia memperkenalkan program riset serta membandingkan aktivitas mahasiswa di berbagai kampus. Dia pun membuka wawasan peserta tentang peluang akademik dan pengembangan diri.
Antusiasme mahasiswa terasa sepanjang acara. Para peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang terhubung dengan kehidupan mereka sebagai mahasiswa. “Materinya relevan sekali dengan kehidupan kami sehari-hari. Kami jadi lebih paham bagaimana belajar efektif sekaligus menjaga hubungan sosial yang sehat,” ujar salah satu peserta.
Ketua panitia pelatihan, Asria Wahyuni Ahmad SH MH mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa FH Untad untuk mengintegrasikan kemampuan akademik, kreativitas, dan empati sosial dalam keseharian mereka. Kegiatan ini sebagai langkah penting membentuk generasi hukum yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. (rb)






