SIGI, – Remaja Islam Masjid (RISMA) Babul Khair menunjukkan komitmen kuat dalam membimbing generasi muda di Desa Kotarindau melalui berbagai kegiatan kreatif. Namun, semangat para pemuda ini dibayangi kekecewaan terhadap kurangnya dukungan dari Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Sigi.
Ketua Umum RISMA Babul Khair, Mohamad Asril, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya fokus pada pembinaan remaja usia 15-17 tahun agar terhindar dari pengaruh negatif. Ia memandang usia tersebut sebagai masa transisi krusial di mana remaja harus mulai bijak memilih kegiatan.
Meski menghadapi tantangan, RISMA Babul Khair baru saja sukses menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal yang melibatkan partisipasi aktif remaja desa. Acara tersebut mendapat apresiasi luas dari warga setempat yang bangga melihat kreativitas anak muda mereka.
“Kegiatan halalbihalal ini diselenggarakan sebagai langkah awal agar remaja usia 15-17 tahun mau terus berpartisipasi. Lewat acara ini, mereka mendapatkan apresiasi dari warga Desa Kotarindau supaya termotivasi menjadi pribadi yang cerdas dan bijak. Bagaimanapun, remaja tetap butuh bimbingan dan dukungan pemerintah dalam wadah kreatif,” ujar Asril.
Dibalik kesuksesan acara tersebut, terselip cerita kurang menyenangkan mengenai upaya koordinasi dengan pihak pemerintah. Pihak RISMA menyayangkan sikap dingin dari pimpinan daerah saat mereka mencoba meminta dukungan.
“Kami menyayangkan kurangnya respons dari Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Sigi, yang berujung pada kekecewaan bagi kami. Melalui pernyataan ini, kami berharap jajaran pemerintah lainnya berkenan memberikan perhatian, bimbingan, dan dukungan nyata demi masa depan kepemimpinan di tingkat local”. Lanjutnya.
Asril menambahkan bahwa bimbingan pemerintah sangat krusial bagi keberlanjutan estafet perjuangan organisasi pemuda di tingkat lokal. Tanpa dukungan nyata, dikhawatirkan potensi besar remaja di Desa Kotarindau tidak tersalurkan dengan maksimal.
Melalui momentum ini, RISMA Babul Khair berharap ada perubahan sikap dari jajaran pemerintah lainnya untuk lebih peduli terhadap gerakan kepemudaan di tingkat desa.
“Melalui tulisan ini, kami berharap jajaran pemerintah lainnya bisa lebih peduli dan membimbing kami dengan semangat kepemimpinan yang mengayomi,” tutupnya.(*/sh)






