back to top
Kamis, 26 Februari 2026
BerandaPALUKeterlambatan MBG Picu Protes Keras Wali Murid

Keterlambatan MBG Picu Protes Keras Wali Murid

Makanan Tiba Saat Siswa Pulang

PALU, – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 9 Palu menuai keluhan terlambat datang.

Seperti di SMPN 9 Palu, pada Selasa (24/2/2026) datang pukul 14.00 siswa saat selesai jam pulang sekolah. Pihak sekolah meminta siswa mengambil makanan langsung ke dapur penyedia.

Dari informasi yang dihimpun di sekolah, pihak catering awalnya menghubungi perwakilan sekolah dan menyampaikan bahwa pengiriman MBG mengalami keterlambatan.

“Kemudian mereka menelepon perwakilan sekolah bahwa MBG mereka ini agak terlambat, saya okekan waktu itu,” ujar sumber.

Namun menjelang pukul 14.00 Wita, pihak catering kembali menghubungi sekolah dan menyampaikan bahwa makanan belum siap dibagikan karena masih dalam proses memasak.

“Mereka hubungi lagi bahwa MBG itu tidak bisa dibagikan di sekolah karena mereka lagi memasak. Belum ada yang masak, katanya menurut mereka,” jelasnya.

Pihak catering lalu meminta siswa datang langsung ke dapur untuk mengambil MBG. Dapur tersebut berada di depan SMPN 9 Palu.

“Jadi anak-anak diminta datang ke dapur MBG-nya mereka untuk mengambil MBG tersebut,” katanya.

Saat sejumlah siswa bersiap menuju lokasi, pihak catering kembali mengalihkan distribusi ke sekolah. Namun ketika makanan tiba, sebagian besar siswa sudah pulang.

“Anak-anak sudah pada pulang semua. Sementara mereka menyampaikan MBG ke sekolah sudah sore,” ungkapnya.

Kondisi itu memicu keluhan orang tua. Sebagian siswa tinggal cukup jauh dari sekolah sehingga harus menggunakan ojek online jika kembali hanya untuk mengambil MBG.

“Mereka pulang kalau datang di sini dengan bayar maxim, lebih besar bayar maxim daripada ambil itu MBG,” tuturnya.

Beberapa orang tua bahkan menyampaikan protes. “Ada juga orang tua siswa tadi bilang lain kali jangan begini. Dia bilang, suatu waktu saya viralkan ini kalau kamu buat begini kita,’” katanya menirukan keluhan wali murid.

Pihak sekolah menduga keterlambatan terjadi karena kendala teknis di pihak penyedia. Ia menyebut ada penjelasan bahwa proses memasak membutuhkan waktu karena jumlah porsi cukup besar.

Meski demikian, pihak sekolah memilih tetap menjaga komunikasi dengan penyedia dan berupaya menyelesaikan persoalan secara baik.

Sementara itu, salah seorang wali siswa yang datang mengambil MBG menuturkan sangat menyayangkan kejadian ini.

“Kalau dari kami orang tua, tentu kami kecewa. Kalau kejadian seperti ini terus berulang, kami yang repot. Anak-anak sudah pulang, harus kembali lagi ambil makanan. Banyak orang tua yang mengeluhkan, karena kasihan juga anak-anak,” ujarnya.

Sekolah juga berupaya mencegah makanan terbuang sia-sia dengan tetap bersiaga hingga malam.

“Kalau tidak dibagikan pasti mubazir. Jadi kita standby di sini sampai tengah malam ini menunggu anak-anak, kasihan ini mau disalurkan ke mana itu MBG,” katanya.

Selain persoalan keterlambatan, sejumlah siswa mengeluhkan MBG dibagikan tanpa tas penyimpanan makanan. Tas yang sebelumnya digunakan untuk membungkus makanan disebut diminta kembali oleh penyelenggara.

“Tas yang dipakai untuk bungkus makanan ini dikembalikan ulang ke pihak penyelenggara MBG-nya,” ujar seorang siswa yang juga enggan disebutkan namanya.

Akibatnya, sebagian siswa membawa pulang MBG tanpa tas penyimpanan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian serupa juga terjadi di sekolah lain di wilayah Palu Selatan pada hari yang sama.

Sementara itu keterlambatan MBG juga terjadi di sekolah lain seperti di SDN 1 Tatura Palu. Sebagian orang tua siswa tidak mengambil karena repot harus bolak balik ke sekolah. Sebagian lagi karena menu MBG tidak  sesuai selera.

“Menunya tempe oprek satu sendok, terus roti tawar digoreng ada kacang. Anak-anak tidak suka dan tidak mau ambil,” ujar salah satu ortu siswa di SDN 1 Tatura.

Kepala SDN 1 Tatura Ramadan mengatakan bahwa MBG yang tidak diambil ortu akan dikembalikan lagi ke SPPG. “Ya kalau tidak diambil kita kembalikan lagi ke dapurnya daripada mubazir,” ujar Ramadhan saat dihubungi, Selasa (24/2/2026). (Bar/Nas)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

DPRD Sulteng Copot Aristan dari Kursi Wakil Ketua I

0
PALU, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan Rapat Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) Melalui Rapat Paripurna yang digelar di gedung...

TERPOPULER >