back to top
Rabu, 28 Januari 2026
BerandaPALUDisdik Sulteng dan BI Integrasikan Pelajaran CBP Rupiah ke...

Disdik Sulteng dan BI Integrasikan Pelajaran CBP Rupiah ke Sekolah

Kabar68.Palu– Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan sosialisasi program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah ke dalam silabus mata pelajaran di seluruh sekolah di provinsi tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman esensial mengenai Rupiah sebagai alat tukar sah sekaligus simbol kedaulatan negara sejak dini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah, Rony Hartawan, menyatakan bahwa kolaborasi ini berfokus pada pelatihan tenaga pendidik.

“Kami sedang mempersiapkan guru khusus untuk membawakan pelajaran CBP Rupiah, melalui Duta Guru CBP Rupiah,” ujar Rony di Palu, Kamis.

Penguatan Melalui Duta Guru CBP Rupiah

Rony menjelaskan bahwa guru merupakan garda terdepan pendidikan yang bersentuhan langsung dengan siswa. Oleh karena itu, BI meluncurkan program Duta Guru CBP Rupiah sebagai perpanjangan tangan dalam menyampaikan nilai-nilai penting mengenai mata uang Indonesia.

Saat ini, BI telah menyaring lima finalis dari total 36 guru yang mendaftar. Para finalis ini akan menjadi rujukan utama bagi siswa dan guru lainnya dalam memahami serta mempraktikkan cara memperlakukan Rupiah dengan baik.

“Sebelum mereka mengajar, terlebih dahulu gurunya diberikan pemahaman yang kuat terhadap Rupiah,” tegasnya.

Rupiah: Bukan Hanya Alat Tukar Fisik

Menurut Rony, pemahaman umum masyarakat terhadap Rupiah masih terbatas pada fungsi fisiknya sebagai alat tukar yang sah. Padahal, aspek paling penting adalah bahwa Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang wajib dijaga dan dirawat.

Pemahaman yang kuat tentang uang secara fisik akan memengaruhi cara berpikir masyarakat dalam mengidentifikasi keaslian Rupiah dan, yang terpenting, menjaga dan merawatnya agar awet serta tahan lama.

“Uang Rupiah baru sangat mudah dibedakan dengan uang palsu. Namun, ketika uang sudah lusuh, sulit dibedakan keasliannya. Maka, perilaku menjaga Rupiah sudah harus tertanam dalam cara berpikir masyarakat,” jelas Rony. Ia menyoroti adanya perbedaan kontras antara perlakuan terhadap Dolar Amerika Serikat dan Rupiah di tengah masyarakat, padahal Rupiah seharusnya menjadi kebanggaan yang harus dirawat agar memiliki ketahanan layak edar.

Data BI mencatat, tingkat kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman masyarakat Sulawesi Tengah terhadap Rupiah saat ini rata-rata berada di angka 70 persen.

“Kami sebagai otoritas yang dipercayakan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah melakukan berbagai upaya edukasi kepada masyarakat, untuk meningkatkan pemahaman terhadap CBP,” tutupnya.

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Wujudkan Pelayanan Maksimal, Kejari Palu Kini Miliki Gedung Pintar

0
PALU- Gedung Pintar Kejaksaan Negeri Palu, diresmikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Nuzul Rahmat. SH. MH, Selasa (27/1). Gedung yang di bangun dengan menggunakan anggaran dari...

TERPOPULER >