PPK Akui Kendala Hujan dan Kemacetan
PALU, – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah mengebut Pekerjaan preservasi Jalan Tumora–Dalam Kota Poso–Tagolu hingga ruas Tentena–Taripa.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.1, Muhammad Sajad, mengatakan progres pekerjaan preservasi per 31 Mei 2026 telah mencapai 24,803 persen, di atas target deviasi sebesar 11,271 persen.
Sajad menjelaskan, sejumlah pekerjaan telah diselesaikan pada tahap awal kontrak yang dikerja oleh PT Jaya Bersama Makmur. Untuk lingkup pemeliharaan rutin, perbaikan campuran aspal panas pada ruas Tumora–Taripa telah tuntas dalam tiga bulan pertama masa kontrak.
“Sementara itu, pekerjaan minor berupa overlay pada ruas Tambarana–Dalam Kota Poso sepanjang 1,825 kilometer juga telah rampung menggunakan produk AC-WC Asbuton sesuai perencanaan,” kata Sajad, Minggu (31/5/2026).
Saat ini pekerjaan terfokus pada ruas Tentena–Taripa yang belakangan menjadi sorotan masyarakat karena jalan becek dan kondisi lalu lintas yang sering terganggu akibat aktivitas konstruksi.
Pada ruas tersebut sedang dilaksanakan pekerjaan pelebaran jalan menuju standar sepanjang 5,4 kilometer, tepatnya pada STA 18+100 hingga STA 23+500. Lebar jalan yang sebelumnya hanya sekitar 4 hingga 5 meter akan ditingkatkan menjadi 7 meter sehingga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Ruas yang viral terus itu Tentena–Taripa, Pak. Di sana memang sedang ada pekerjaan pelebaran jalan menerus sepanjang 5,4 kilometer. Dari lebar eksisting 4 sampai 5 meter menjadi 7 meter,” kata Sajad.
Pekerjaan yang sedang berjalan meliputi galian biasa, lapis pondasi agregat kelas A, dan lapis pondasi agregat kelas B.
Meski progres pekerjaan menunjukkan hasil positif, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Curah hujan yang tinggi di wilayah Pamona Bersaudara menjadi kendala utama. Selain itu, kemacetan kerap terjadi akibat jalan eksisting menjadi licin karena material tanah hasil galian yang terbawa ke badan jalan saat hujan turun.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihak penyedia melakukan pembersihan badan jalan menggunakan motor grader secara berkala guna memastikan jalan tetap aman dilalui pengguna. Selain itu, pengaturan lalu lintas juga dibantu oleh personel Satlantas Polres Poso dengan menerapkan sistem contra flow saat pembukaan akses jalan guna menghindari kendaraan besar berpapasan di ruas yang sempit.
Sajad mengatakan, pihaknya menargetkan pekerjaan pada sisi lereng atas dapat diselesaikan lebih cepat, sebelum 20 Juli 2026. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko material tanah longsoran masuk ke badan jalan saat musim hujan.
“Harapannya pekerjaan lereng atas selesai lebih cepat sebelum 20 Juli. Dengan begitu saat hujan turun, material tanah dari sisi lereng atas tidak lagi banyak terbawa ke badan jalan yang menyebabkan jalan licin,” ujarnya.
Sajad mengatakan seluruh kegiatan preservasi jalan tersebut ditargetkan selesai sebelum 31 Desember 2026. Dengan progres yang saat ini melampaui target, pihaknya optimistis pekerjaan dapat dituntaskan sesuai jadwal sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi kawasan Tentena–Taripa. (bar)






