back to top
Senin, 9 November 2026
BerandaPALUPemadaman Listrik Kian Parah, Warga Ganti Rugi ke PLN

Pemadaman Listrik Kian Parah, Warga Ganti Rugi ke PLN

Humas PLN Palu Tutup Mulut

PALU, Radar Sulteng – Pemadaman listrik yang terus berulang di Kota Palu semakin memicu keresahan masyarakat. Warga mengeluhkan gangguan pasokan listrik yang dinilai kian parah dan meminta PT PLN (Persero) bertanggung jawab atas kerugian pelanggan, termasuk kerusakan sejumlah peralatan elektronik.

Keluhan tersebut ramai disampaikan warga, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Masyarakat menilai pemadaman listrik yang terjadi berulang kali telah mengganggu aktivitas rumah tangga, pekerjaan, hingga kegiatan usaha.

Bahkan, sejumlah pelanggan mengaku khawatir peralatan elektronik di rumah mereka mengalami kerusakan akibat gangguan pasokan listrik yang terus terjadi.

“Pemadaman listrik sekarang terlalu sering. Kami sebagai pelanggan tentu sangat dirugikan. Mau beraktivitas di rumah saja terganggu, apalagi kalau listrik padam berjam-jam. Kami berharap PLN segera mencari solusi, jangan masyarakat terus yang menjadi korban,” keluh seorang warga di Jl Hang Tuah, Mohamad.

Warga lainnya mempertanyakan tanggung jawab PLN apabila gangguan listrik menyebabkan kerusakan peralatan elektronik milik pelanggan.

“Kami setiap bulan rutin membayar tagihan listrik. Tetapi pelayanan yang kami terima justru sering terganggu. Kalau ada peralatan elektronik yang rusak akibat gangguan listrik, siapa yang bertanggung jawab? PLN harus memikirkan kerugian pelanggan dan memberikan kompensasi,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah netizen. Mereka menilai pemadaman yang terjadi belakangan ini semakin tidak terkendali. Masyarakat berharap PLN tidak hanya menyampaikan pemberitahuan pemadaman, tetapi juga memberikan kepastian mengenai kapan pasokan listrik kembali normal.

Dari informasi yang dihimpun dari media sosial, banyak yang yang mengeluhkan peralatan elektronik rusak akibat pemadaman. Mulai kulkas, tv, hingga dispenser yang rusak karena pemadaman.

Tidak hanya peralatan elektronik, pemilik usaha ikan juga mengeluhkan ikannya mati karena seringnya pemadaman.

‘Pemadaman ini mengakibatkan ikan hias saya mati karena tidak ada suplai oksigen,” kata Rahmat, seorang warganet.

Sementara itu Pihak Humas PLN Kota Palu yang dihubungi tidak memberikan keterangan atau tutup mulut ketika dikonfirmasi berulang kali tidak membalas, via nomor whatsapp 0811455264X. Begitu juga saat dikonfirmasi langsung di kantornya, tidak bisa diwawancara alasan rapat.

Diketahui, melalui saluran komunikasi resmi PLN Kota Palu di WhatsApp, kondisi kelistrikan di Kota Palu khususnya dan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dan Sulteng makin parah.

Defisit pasokan tersebut dipicu oleh beberapa unit pembangkit yang keluar dari sistem atau mengalami gangguan. Di antaranya PLTU Barru Unit 2 dengan kapasitas 45 megawatt (MW), PLTU UIK Palu Unit 3 sebesar 53,7 MW, serta PLTU IPP Moramo Unit 1 dengan kapasitas 50 MW.

Keluarnya tiga unit pembangkit tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memicu pemadaman bergilir. (bar/AKA)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Proyek RSUD Poso Rp265 Miliar Mulai Dikerja

0
POSO, Radar Sulteng – Proyek pembangunan gedung pelengkap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso saat ini mulai dilaksanakan. Proyek yang bersumber dari APBN melalui...

TERPOPULER >