PALU, – Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan ketersediaan komoditas pangan utama, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi mencukupi untuk jangka panjang. Berdasarkan data terbaru, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 21.171 ton.
Kepala Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan bahwa jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat mulai Ramadan hingga Juni 2026 mendatang. Ketahanan stok ini merupakan hasil dari koordinasi distribusi nasional dan optimalisasi hasil tani lokal.
“Ada pemerataan stok dari Bulog Nasional yaitu beras sekitar 16 ribu ton serta perkiraan pada awal Maret akan mulai panen untuk wilayah Sulawesi Tengah,” terang Jusri saat ditemui di Kantornya (23/2).
Terkait upaya pengendalian harga, Jusri menjelaskan bahwa Bulog terus mengintensifkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai pasar tradisional. Hal ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.
“Harga pasaran untuk beras Bulog berada pada angka 11.000 rupiah/ kilo. Sehingga persediaan beras sangat cukup dan kecil kemungkinan untuk mengalami kelangkaan,” ungkap Jusrin.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi pada komoditas minyak goreng subsidi pemerintah. Hal yang sama juga terjadi pada Minyakita yang tidak ada kemungkinan mengalami kelangkaan untuk saat ini.
Jusri menjelaskan bahwa seluruh cadangan pangan yang ada akan dikeluarkan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar guna mencegah spekulasi harga dan menjamin ketersediaan barang di tingkat pengecer. Bulog juga akan mendukung program pemerintah seperti pasar murah dan sebagainya untuk mengendalikan harga pasar tetap stabil.
“Semua persediaan yang ada di Bulog akan digunakan untuk menstabilisasi harga pasar dan mencegah kelangkaan,” pungkasnya. (Zar)






