back to top
Selasa, 7 April 2026
BerandaDAERAHKetua HNSI Parimo Sebut Kesejahteraan Nelayan Masih Rendah

Ketua HNSI Parimo Sebut Kesejahteraan Nelayan Masih Rendah

PARIMO, – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Candra Setiawan, menyebut kondisi nelayan di daerah tersebut masih jauh dari kata sejahtera.

Candra yang juga merupakan anggota DPRD Parimo  mengatakan, pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Nelayan Parigi Moutong masih jauh dari kata sejahtera, makanya kami terus mencoba berkolaborasi dengan pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon (6/4).

Ia menilai program pemerintah provinsi seperti Berani Tangkap dapat menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan taraf hidup nelayan jika dijalankan secara maksimal. Menurutnya, HNSI akan memulai langkah awal kepengurusan dengan memperkuat internal organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar persoalan nelayan dapat terdata dengan baik.

“Setelah pengurus terbentuk, kami akan turun memperbaiki struktur sampai ke kecamatan dan desa, supaya masalah nelayan di 23 kecamatan dan 278 desa bisa teridentifikasi,” tambahnya.

Candra menjelaskan, data tersebut nantinya akan digunakan untuk memetakan persoalan yang dihadapi nelayan sebelum menentukan langkah penanganan. Di mana mereka  akan melakukan pemetaan masalah di lapangan dan kemudian menyiapkan solusinya sesuai kondisi di lapangan.

Ia juga menyebut pentingnya meningkatkan komunikasi antara nelayan dan pemerintah agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan. Selain itu, pihaknya menerima laporan dari nelayan terkait hasil tangkapan yang dinilai belum stabil serta Maraknya illegal fishing dan  pengeboman yang dapat merusak terumbu karang masih banyak terjadi melalui laporan para nelayan yang kemudian akan dikonsolidasikan dengan seluruh stakeholder

“Laporan dari nelayan ini akan kami validasi dengan semua pihak, supaya saat mereka melaut tidak terlalu sulit mendapatkan hasil tangkapan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Candra menilai dukungan sarana dan prasarana masih menjadi kebutuhan utama nelayan, mulai dari perahu, mesin hingga alat tangkap. Ia menambahkan fasilitas yang telah diberikan sebelumnya juga perlu ditinjau kembali untuk melihat apakah masih dapat digunakan atau perlu ditingkatkan agar lebih optimal.

“Peralatan melaut seperti perahu, mesin, dan alat tangkap perlu mendapat perhatian, termasuk bantuan dari pemerintah,” pungkas ketua HNSI Parimo. (Zar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Audit Kerugian Negara Wewenang BPK: MK Menampar Kebiasaan Polisi dan Jaksa...

0
Penulis: Vebry Tri Haryadi. SH (Praktisi Hukum, Mantan Jurnalis) Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 28/PUU-XXIV/2026 seharusnya menjadi “tamparan keras” bagi kebiasaan lama aparat penegak hukum,...

TERPOPULER >