Selamat Jalan Pak Dir: Jejak Pengabdian dan Perang Melawan Narkoba di Sulawesi Tengah
PALU, Radar Sulteng – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah. Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring, S.I.K., M.H., meninggal dunia pada Sabtu (7/11/2026) malam.
Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Budi Agung, Kota Palu, sekitar pukul 18.25 WITA.
Kepergian pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, 21 Oktober 1976 tersebut meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran Polda Sulteng dan rekan-rekan yang pernah bekerja bersamanya terlebih masyarakat Sulawesi Tengah.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Touwa, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, sebelum dimakamkan usai salat Asar.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum diketahui sedang menikmati kopi di kawasan Gurki Sunju. Namun, secara tiba-tiba ia mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati.
Kabid Dokkes Polda Sulteng Kombes Pol dr. Edi Syahputra Hasibuan menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, almarhum masih dalam kondisi sadar penuh dengan tekanan darah 124/100 mmHg, denyut nadi 76 kali per menit, dan saturasi oksigen 96 persen.
Hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan gambaran ST elevasi dengan diagnosis angina pektoris. Namun, sekitar pukul 17.40 WITA, kondisi almarhum mengalami penurunan. Kesadarannya menurun dan nadi tidak lagi teraba.
Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP), defibrilasi, serta pemberian epinefrin sebanyak dua kali. Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, almarhum tidak menunjukkan respons hingga monitor EKG menunjukkan asistol.
Mendengar kabar tersebut, Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah, Ny. Dini Rizal, langsung mendatangi RS Budi Agung dan kemudian melanjutkan ke rumah duka.
Kehadiran Kapolda bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada salah satu pejabat utama yang selama ini mengabdikan diri di institusi kepolisian.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, keluarga besar Polda Sulteng sangat kehilangan atas kepergian Kombes Pol Pribadi Sembiring.
Menurutnya, almarhum merupakan bagian dari keluarga besar Polda Sulteng. Kepergiannya menjadi duka mendalam, khususnya bagi seluruh personel Direktorat Reserse Narkoba.
Jejak Pengabdian Melawan Narkoba
Nama Kombes Pol Pribadi Sembiring bukan sosok asing dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di Sulawesi Tengah.
Sepanjang perjalanan kariernya, almarhum dikenal banyak berkecimpung dalam penanganan kasus narkotika. Sebelum dipercaya memimpin Ditresnarkoba Polda Sulteng, ia pernah mengemban sejumlah jabatan kewilayahan, di antaranya Wakapolres Banggai Kepulauan dan Wakapolres Donggala.
Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Ditresnarkoba Polda Sulteng. Ia pernah menjabat Kasubdit 3, sebelum dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Narkoba pada 2 Desember 2022.
Pada Juni 2024, ia mendapat promosi sebagai Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sulteng. Pengabdiannya di bidang pemberantasan narkotika kemudian berlanjut ketika kembali dipercaya memimpin Ditresnarkoba Polda Sulteng sebagai direktur.
Selama bertugas, sejumlah pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar tercatat dalam perjalanan penanganan perkara yang dipimpinnya.
Di antaranya pengungkapan 4 kilogram sabu di Pelabuhan Wani, Donggala, pada 2017, serta 25 kilogram sabu di Pelabuhan Pantoloan pada 2020.
Pada tahun yang sama, pengungkapan kasus di wilayah Watusampu, Kota Palu, juga berhasil menyita 7,3 kilogram sabu.
Saat menjabat Wadirresnarkoba, almarhum turut memimpin pengungkapan penyelundupan 15 kilogram sabu di Kabupaten Tolitoli pada 9 Juni 2023. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 13 September 2023, aparat kembali mengungkap peredaran 20 kilogram sabu di Kota Palu.
Pengungkapan jaringan narkotika lintas negara juga menjadi bagian dari catatan penindakannya.
Pada Juli 2025, penyelidikan selama tiga bulan berhasil mengungkap jaringan yang membawa 30 kilogram sabu dari Semporna, Malaysia. Tiga tersangka diamankan di atas sebuah speedboat.
Sementara pada November 2025, Ditresnarkoba Polda Sulteng kembali mengungkap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti mencapai 60 kilogram sabu dan mengamankan lima orang tersangka.
Menjelang akhir masa pengabdiannya, almarhum juga memimpin rangkaian operasi pemberantasan narkoba di sejumlah wilayah Kota Palu, termasuk Tavanjuka, Tatanga, dan Kayumalue.
Operasi tersebut menyasar titik-titik yang menjadi perhatian aparat dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke tingkat akar rumput.
Dari berbagai pengungkapan tersebut, ratusan kilogram sabu berhasil disita dalam rangkaian operasi pemberantasan narkotika di Sulawesi Tengah selama perjalanan kariernya.
Kini, sosok yang selama ini berada di garis depan pemberantasan narkoba itu telah berpulang.
Namun, jejak pengabdiannya dalam upaya memerangi peredaran gelap narkotika di Sulawesi Tengah menjadi bagian dari perjalanan panjang institusi Polri.
Selamat jalan, Pak Dir. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan. (bar)






