Palu, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah terus melakukan pembenahan tata kelola olahraga berbasis digital guna mendukung peningkatan prestasi atlet. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pembaruan dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Olahraga (SIMPAORA) yang akan menjadi pusat data olahraga di Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Administrasi KONI Sulawesi Tengah, Hendra Iskandar, saat memberikan pemaparan pada Pelantikan dan Rapat Kerja KONI Kota Palu di Hotel Best Western Palu, Rabu (17/6/2026).
Menurut Hendra, SIMPAORA akan menjadi instrumen penting dalam mendukung pengelolaan data atlet secara terintegrasi dan akurat. Sistem tersebut memuat berbagai informasi terkait atlet, mulai dari identitas pribadi, riwayat pembinaan, hingga catatan prestasi yang pernah diraih.
“Melalui SIMPAORA, seluruh data atlet akan terdokumentasi dengan baik. Tidak hanya biodata, tetapi juga rekam jejak prestasi atlet yang dapat diakses oleh KONI kabupaten/kota maupun pengurus provinsi cabang olahraga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan basis data yang terintegrasi akan memudahkan proses pemantauan perkembangan atlet, perencanaan pembinaan, hingga penentuan atlet yang layak mendapatkan kesempatan mengikuti kejuaraan berdasarkan prestasi yang dimiliki.
Selain itu, KONI Sulteng juga menyiapkan penerapan kartu identitas atlet berbasis digital yang terhubung langsung dengan sistem tersebut. Kartu identitas ini nantinya menjadi bagian dari upaya modernisasi administrasi olahraga di daerah.
“Kedepan setiap atlet akan memiliki kartu identitas yang terintegrasi dengan SIMPAORA. Semua data dan prestasinya tercatat dalam sistem sehingga memudahkan proses verifikasi dan pembinaan,” jelasnya.
Hendra menegaskan, pengembangan SIMPAORA merupakan salah satu bentuk respons KONI Sulteng menjawab tantangan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terkait pentingnya perbaikan manajemen olahraga daerah yang harus melakukan merit system.
Menurutnya, kemajuan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet dan pelatih, tetapi juga oleh tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan berbasis data.
“Ini merupakan jawaban atas arahan Bapak Gubernur yang menginginkan pembinaan olahraga dijalankan dengan manajemen yang baik dan mengedepankan sistem merit. Atlet yang berprestasi harus mendapatkan kesempatan dan penghargaan berdasarkan capaian yang objektif,” katanya.
Penerapan sistem merit tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim pembinaan yang lebih sehat dan kompetitif, di mana setiap atlet memiliki peluang yang sama untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan prestasinya.
Hendra berharap, melalui digitalisasi data olahraga dan penerapan sistem merit, KONI Sulawesi Tengah optimistis pembinaan atlet akan semakin terarah sehingga mampu melahirkan prestasi yang lebih baik pada berbagai ajang regional maupun nasional di masa mendatang. (bar)






