Dari Kota Palu Menuju Temponamo Juara
Palu, – Ambisi Sulawesi Tengah menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) membutuhkan kerja kolektif seluruh daerah. Karena itu, KONI Kota Palu diharapkan menjadi salah satu motor utama pembinaan atlet dan pencetak prestasi yang mampu menopang target besar tersebut.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, SIP, saat memberikan sambutan pada Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Pengurus KONI Kota Palu Masa Bakti 2025–2029 di Hotel Best Western Palu, Rabu (17/6/2026).
Dalam sambutannya, Kota Palu memiliki posisi strategis dalam pembangunan olahraga Sulawesi Tengah karena selama ini menjadi salah satu daerah penghasil atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu menjadi motor penggerak pembinaan olahraga yang lebih baik, terarah, dan berkelanjutan sehingga dapat melahirkan atlet-atlet potensial di berbagai cabang olahraga.
Fathur menjelaskan, saat ini KONI Sulawesi Tengah tengah fokus menyiapkan langkah besar menuju target 10 besar PON 2028. Untuk mewujudkan target tersebut, dibutuhkan kolaborasi seluruh KONI kabupaten dan kota, termasuk Kota Palu yang selama ini menjadi salah satu lumbung atlet Sulawesi Tengah.
Sebagai bagian dari strategi pembinaan, KONI Sulawesi Tengah mulai menerapkan sistem pemetaan cabang olahraga unggulan berbasis digitalisasi dan data prestasi atlet. Melalui pendekatan tersebut, pembinaan diharapkan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran.
“Pembinaan olahraga harus dilakukan berdasarkan data yang akurat sehingga potensi atlet dan cabang olahraga unggulan dapat dikembangkan secara maksimal,” katanya.
Selain itu, beberapa cabang olahraga unggulan Sulawesi Tengah saat ini juga telah menjalani Training Center (TC) mandiri di Jakarta. Cabang olahraga tersebut antara lain akuatik, balap sepeda, sepatu roda, dan skateboard.
Menurut Fathur, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan KONI Sulawesi Tengah dalam mempersiapkan atlet sejak dini agar memiliki kesiapan teknis dan mental menghadapi berbagai kejuaraan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah melalui konsep sport industry dan sport tourism.
Menurutnya, olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga.
Ia mencontohkan keberhasilan pelaksanaan event paralayang yang baru digelar di Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga berhasil memperkenalkan potensi wisata daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan sektor UMKM dan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin olahraga menjadi instrumen pembangunan daerah yang memberikan manfaat luas, baik dari sisi prestasi maupun ekonomi,” jelasnya.
Fathur juga mengungkapkan bahwa KONI Sulawesi Tengah terus memfasilitasi atlet-atlet daerah untuk mengikuti berbagai kejuaraan nasional guna meningkatkan pengalaman bertanding dan kualitas kompetitif mereka.
Menghadapi PORPROV X Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Morowali, ia berharap Kota Palu dapat tampil sebagai salah satu kekuatan utama. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih.
“Yang lebih penting adalah bagaimana PORPROV menjadi bukti bahwa proses pembinaan olahraga di daerah berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tegasnya.
Fathur turut mengingatkan bahwa prestasi atlet tidak dapat dipisahkan dari kekuatan organisasi. Karena itu, pengurus KONI Kota Palu yang baru dilantik diharapkan mampu membangun tata kelola organisasi yang profesional, menjaga kekompakan, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta cabang olahraga, dan menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh atlet maupun pelatih.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palu atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap pembangunan olahraga.
Di akhir sambutannya, Fathur mengajak seluruh insan olahraga untuk bersama-sama mempersiapkan atlet terbaik menuju PORPROV X Tahun 2026 di Morowali sekaligus mewujudkan cita-cita besar Sulawesi Tengah menembus 10 besar PON XXII Tahun 2028.
“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai awal untuk bekerja lebih keras, lebih kompak, dan lebih profesional demi kemajuan olahraga Kota Palu dan Sulawesi Tengah. Bersama-sama kita siapkan atlet terbaik menuju PORPROV X Tahun 2026 di Morowali dan mewujudkan cita-cita besar Sulawesi Tengah menuju 10 Besar PON XXII Tahun 2028 di NTT dan NTB. Sulteng Nambaso, Tenponamoe Juara,” pungkasnya. (*/bar)






