Palu, – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Putaran II Region D Sulawesi Tengah resmi digelar di Sirkuit Panggona, Palu, pada 13-14 Juni 2026. Ajang balap motor bergengsi tersebut menjadi magnet bagi para pembalap dari berbagai daerah dengan total 70 peserta dan 153 starter yang berasal dari Sulawesi Tengah maupun luar daerah.
Kejurnas dibuka oleh Kabid Olahraga Dispora Sulteng Husni. Dalam sambutannya, Husni berharap kejurnas ini bisa merangsang lahirnya bibit otomotif baru yang bisa mengharumkan nama Sulteng di ajang PON maupun hingga kancah internasional.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri Ketua Harian KONI Sulawesi Tengah, Ifan Taufan, Mantan Ketua IMI Sulteng yang juga Sekum KONI Sulteng Anca Lamakarate serta Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Tengah bersama sejumlah pengurus olahraga, tim balap, dan pecinta otomotif.
Ketua Harian KONI Sulawesi Tengah, Ifan Taufan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejurnas Motoprix yang kembali menghadirkan atmosfer kompetisi nasional di Sulawesi Tengah.
“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang adu prestasi para pembalap, tetapi juga wadah pembinaan atlet balap motor daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap para peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan selama perlombaan berlangsung,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan event nasional seperti Motoprix memiliki dampak positif terhadap perkembangan olahraga otomotif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kunjungan peserta, ofisial, dan penonton dari berbagai wilayah.
Sementara itu, Ketua Umum IMI Sulawesi Tengah menyatakan bahwa antusiasme peserta pada putaran kedua kali ini cukup tinggi. Kehadiran pembalap dari berbagai provinsi menunjukkan bahwa Sirkuit Panggona semakin dikenal sebagai salah satu arena balap yang kompetitif di kawasan timur Indonesia.
“Sebanyak 70 peserta dengan total 153 starter turun di berbagai kelas yang dipertandingkan. Ini menunjukkan perkembangan olahraga balap motor di Sulawesi Tengah semakin baik dan mendapat perhatian luas dari para pembalap regional maupun nasional,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, para pembalap akan bersaing memperebutkan poin penting dalam perburuan gelar Kejurnas Motoprix musim 2026. Persaingan diperkirakan berlangsung ketat mengingat sejumlah rider unggulan dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Kejurnas Motoprix Putaran II di Sirkuit Panggona diharapkan tidak hanya melahirkan pembalap-pembalap berprestasi, tetapi juga semakin memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah event olahraga otomotif berskala nasional. (bar)






