back to top
Kamis, 4 Juni 2026
BerandaDAERAHSetoran Pajak PT KLS Capai Rp80 M Per Tahun

Setoran Pajak PT KLS Capai Rp80 M Per Tahun

Jadi Sumber Penerimaan Daerah dan Penghidupan Ribuan Petani

BANGGAI,- Keberadaan industri sawit PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) merupakan pilar utama perekonomian, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyedia lapangan kerja krusial yang mengentaskan kemiskinan dan menopang ribuan keluarga petani di wilayah Kab. Banggai.

Saat ini, PT. KLS mencatat kontribusi signifikan terhadap penerimaan Negara dan Daerah senilai Rp. 80 miliar lebih pertahun. Hal ini didasarkan atas realisasi setoran pajak PT. KLS sebagai penerimaan Negara dan Daerah di tahun 2025. Sementara di tahun 2026, terhitung Januari-April, setoran/penerimaan pajak sudah mencapai Rp.23,1 miliar, melalui berbagai jenis setoran pajak di sektor usaha perkebunan sawit.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, realisasi pembayaran pajak PT. KLS sebuah perusahaan yang didirikan Alm. Murad Husain, pada tahun 2025 telah merealisasikan penerimaan pajak sebesar Rp.80 miliar lebih. Sementara di tahun 2026, mencatat realisasi penerimaan dibulan Januari-April 2026 senilai Rp.23.158.309.943. Angka ini diperoleh dari penerimaan pajak PBB, pajak pemanfaatan air permukaan, pajak kendaraan bermotor, pajak HGU, pajak pertambahan nilai, PPH Pasal 25/29 (Badan), dan PPH Pasal 21.

Asisten Direktur PT KLS, Ferdinand Magaline mengatakan, realisasi penerimaan pajak sudah menjadi kewajiban yang disetorkan perusahaan.  Praktis, setoran pajak PT KLS telah berperan memberikan kontribusi positif bagi Negara dan Pemda Banggai melalui dana transfer (DBH sawit) yang perhitungannya ditetapkan sesuai PP No.38 tahun 2023.

Selain kontribusi dimaksud, kata Ferdinand investasi PT. KLS sebagai perusahaan padat karya setidaknya telah berperan penting, mendukung Pemda Banggai dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kab Banggai. Saat ini, tercatat perputaran uang di wilayah kerja PT. KLS di Kab. Banggai, yang meliputi Kec. Moilong, Toili, Toili Barat, Batui dan Luwuk Timur sebesar Rp. 300 miliar lebih pertahun. Jika dirata-ratakan setiap bulannya, uang beredar di wilayah tersebut sebesar Rp.25 miliar.

Sawit PT KLS dongkram Perekonomian Daerah (Dok IST).

“Nilai tersebut terdiri dari hasil pembayaran Tandan Buah Segar (TBS) petani plasma, tukang panen, serta upah ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan. Komoditi ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi Negara/Daerah, akan tetapi menjadi sumber penghidupan bagi ribuan petani di Kab. Banggai,” Ujar Ferdinand di kantor PT KLS, baru-baru ini.

Intinya bahwa kontribusi pajak dari PT KLS, secara langsung atau tidak langsung telah menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan keluarga petani sawit. Dana yang terkumpul didistribusikan kembali oleh Pemerintah guna mendukung kesejahteraan petani dan pembangunan daerah, termasuk penyediaan layanan publik serta infrastruktur pedesaan.

Pada dasarnya, kata Ferdinand, sektor perkebunan kelapa sawit PT KLS adalah menjadi pilar ekonomi strategis daerah, dimana kontribusi dari pajak dan pemungutannya, termasuk melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sangat berperan vital dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan PAD.

“Sektor Pajak serta perputaran ekonomi dari industri kelapa sawit milik PT KLS, secara langsung telah menjadi tulang punggung penghidupan bagi ribuan petani swadaya dan plasma di Kab. Banggai,” pinta Ferdinand.

Panen TBS Kelapa Sawit Dilokasi Perkebunan PT KLS. (Dok IST).

Di tempat terpisah, Anggota DPRD Banggai Dapil Toili, Suprapto Ngatimin mengakui terkait kontribusi PT KLS patut diberi apresiasi. “Adanya kontribusi tersebut sangat menopang perekonomian daerah dan PAD. Kita tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan pembangunan khususnya di dataran Toili tak lepas juga dari peran serta kontribusi PT KLS selama ini. Saya secara pribadi adalah bagian dari petani sawit,” pungkas Suprapto yang juga mantan Ketua DPRD Banggai.  (MT)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Rekayasa Lalu Lintas dan Transportasi Massal

0
Oleh: Dr. Fery, S.Sos., M.Si *) Hari ini, 2 Juni 2026, saya melintasi Jembatan I Palu saat mengantar anak ke sekolah. Dalam perjalanan pulang ke...

TERPOPULER >