Nama: Ulfa Wahyuni & Angraeni S Kungka (UIN DATUKARAMA PALU)
Antara ketidak pedulian atau peduli tapi fomo?
KABAR68, – Di era sekarang bukan tidak mungkin politik jauh dari kehidupan anak muda, politik telah hadir dari berbagai arah dari tongkrongan, tiktok, Instagram bahkan masuk kedalam joks-joks di tongkrongan, tapi anehnya masih banyak yang memilih apatis, seolah yang terjadi di negara ini bukan urusan mereka. Padahal cepat atau lambat laun kebijakan politik yang mereka tidak perdulikan tersebut akan tetap menyentuh hidup kita, harga kebutuhan naik, lapangan kerja sulit, bahkan kebebasan bicara yang perlahan dibatasi.
Lalu muncul 2 pertanyaan lebih baik apatis atau ikut karena FOMO?
kalau kita lihat mungkin fomo dalam politik tidak selalu buruk, mungkin awalnya hanya ikut-ikutan. Ikut membahas isu karena banyak orang membahasnya. Ikut melihat debat politik karena ramai di medsos, ikut peduli karena takut dianggap tidak apdate. Tapi dari “ikut-ikutan” itu, pelan-pelan muncul rasa penasaran dari rasa penasaran muncul pemahaman, dan dari pemahamannlah muncul kesadaran.
Bukankah semua kepedulian memang berangkat dari sesuatu yang kecil?
Daripada benar-benar tidak peduli sama sekali, daripada memilih diam dan menutup mata terhadap keadaan sekitar. Karena sifat apatis itu jauh lebih berbahaya dari pada Fomo, orang yang apatis tidak bakal bergerak walaupun keadaan makin kacau mereka hanya diam dan menikmati alurnya tanpa ada empati di hati nuraninya, mereka melihat ketidak adilan tapi mereka malah memilih diam, mereka kadang mengeluh soal negara, tapi tidak pernah tahu menahu soal apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara orang yang berawal dari FOMO, setidaknya masih mau melirik, masih mau mendengar dan masih mau mencari tahu
Karena negara ini tidak butuh generasi yang hanya mengeluh tanpa peduli, negara ini butuh anak muda yang mau membuka mata dan nurani, mau sadar bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pejabat, melainkan juga oleh para masyarakat yang peduli dengan negaranya.
Jadi kalau ditanya antara apatis dan Fomo dalam politik? Mungkin akan lebih baik Fomo, sebab dari awalnya ikut-ikutan akan membangun kesadaran dari diri, sedangkan orang yang berangkat dari sifat apatis yang lahir hanyah generasi yang mati rasa terhadap negaranya sendiri.(*)






