back to top
Senin, 18 Mei 2026
BerandaPALUMembedah Berani Berkah sebagai Basis Moral Sulteng Nambaso

Membedah Berani Berkah sebagai Basis Moral Sulteng Nambaso

PALU,– Suasana santai namun sarat makna mewarnai kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah di Loop Circle Cafe, Jumat pagi 15 Mei 2026.

Diskusi ini menjadi istimewa dengan kehadiran Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. Junaidin, S.Ag., MA, serta para tokoh lintas agama dan mitra strategis seperti Wahana Visi Indonesia.

Mengusung tema “Moderasi Beragama dan Berani Berkah untuk Sulteng Nambaso”, kegiatan ini dipandu apik oleh Srikandi FKUB Sulteng, Endang Susan Karyosumito, SE, di cafe milik tokoh muda peduli kerukunan, Dr. Mardiman Sane, S.H., M.H.

Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, mengawali diskusi dengan visi besar menjadikan FKUB sebagai “Rumah Besar” bagi seluruh umat beragama.

Ia menekankan bahwa kepercayaan dari setiap majelis agama adalah kunci agar gagasan toleransi yang diusung FKUB benar-benar menjadi milik bersama.

Guru Besar UIN Datokarama Palu ini juga melemparkan narasi mengenai “daya ubah” agama yang lemah meskipun agama jadi pembahasan di mana-mana hingga masuk ke seluruh aspek kehidupan.

Mengutip filosof Hans Kung, Prof. Zainal juga mengingatkan bahwa agama seperti pedang bermata dua yang bisa menjadi sumber perdamaian, namun bisa juga menjadi sumber pertikaian.

“Kita inginkan agama menjadi sumber perdamaian. Tidak mungkin kita mewujudkan Sulteng Nambaso jika agama menjadi sumber pertikaian. Perdamaian dunia hanya bisa dicapai jika ada perdamaian antar-agama,” tegas Prof. Zainal.

Ia menilai program Berani Berkah milik Gubernur Anwar Hafid melalui gerakan Sulteng Mengaji dan Sulteng Berjamaah sejalan dengan misi moderasi beragama.

“Saya kira, FKUB memahami ini bahwa kita tidak hanya membaca kitab suci secara harfiah, tetapi untuk mengkaji nilai-nilai yang ada dalam kitab suci termasuk sebagai basis moral bagi umatnya,” terang Rais Syuriyah PBNU itu.

Kemeriahan Ngopi Kerukunan kali ini tergambar dari banyak perwakilan agama yang hadir.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulteng, Pelopor Kerukunan Dunia Maya (PKDM), Kaukus Lintas Agama, Gereja Protestan Indonesia Donggala, Bala Keselamatan Komdiv Palu Raya, PW Muhammadiyah, Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Pdt. Darma Salata, S.Th, Wahana Visi Indonesia, Pastor Rikon Patiama, Pr, PB Alkhairaat, Pimpinan Wilayah DDI Sulteng,

Ketua Dewan Kepanditaan Daerah (DKD) Prov. Sulteng, Wijaya Chandra, Pdt. Samuel Ferry, S. Th, Perwakilan Gereja Protestan di Indonesia, Made Wiranadi Sekretaris Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulteng.

Di akhir acara para tokoh lintas agama juga sepakat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan yang religius dan gerakan moderasi beragama adalah kunci utama menuju Sulteng Nambaso. (bar/*)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Gubernur Luncurkan Logo, Maskot, dan Jingle Porprov X Sulteng 2026

0
MOROWALI, – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., resmi meluncurkan logo, maskot, dan jingle Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah Tahun...

TERPOPULER >