back to top
Rabu, 11 Februari 2026
BerandaPALUUsai Lebaran, Warga Huntara Hutan Kota Dipaksa Angkat Kaki

Usai Lebaran, Warga Huntara Hutan Kota Dipaksa Angkat Kaki

Penghuni Huntara Bakal Gelar Aksi Demo

PALU – Warga penghuni Hunian Sementara (Huntara) Hutan Kota harus menerima nasib, karena usai Lebaran Idul Fitri 2026 harus meninggalkan tempat yang sudah lama mereka tempati sejak bencana 2018 silam.

Sementara itu, sampai saat ini masyarakat belum memiliki tempat tinggal, termasuk Hunian Tetap (Huntap) seperti yang dijanjikan Pemerintah Kota Palu.

Pasalnya, para penghuni Huntara Hutan Kota telah menerima surat peringatan dari Pemkot Palu melalui Lurah Talise agar segera mengosongkan Huntara tersebut karena akan segera dibongkar.

Terkait rencana pengusiran tersebut, masyarakat akan menggelar aksi demo untuk menuntut Pemkot Palu agar segera menyiapkan lahan dan membangunkan rumah untuk mereka tempati.

Sri Tini Haris, salah seorang warga Huntara Hutan Kota, mengatakan mereka telah diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali untuk segera angkat kaki.

Namun sampai saat ini mereka belum mau meninggalkan Huntara tersebut karena belum memiliki tempat tinggal.

“Sudah tiga kali kami diberi surat peringatan dari pemerintah kota Palu untuk meninggalkan Huntara tersebut,” ujarnya kepada media ini, Senin (9/2), di kantor LBH Sulteng.

Warga Huntara hutan kota menggelar rapat persiapan demo. (Foto: Salam Laabu)

Terkait pengusiran tersebut, Sri mengaku dirinya diberi tahu oleh salah satu kepala bidang di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palu.

Pasalnya, kata Sri, kantor Dinas PUPR Kota Palu juga akan dibongkar bersamaan dengan Huntara Hutan Kota.

“Saya berbicara langsung dengan Kabid-nya (PUPR), katanya kalau kantor mereka juga akan segera dibongkar. Kalau begini bagaimana, mau pigi ke mana manusia ini,” ujarnya blak-blakan.

Menurut Sri, dirinya bersama warga Huntara lainnya disarankan untuk pindah ke Huntara Mamboro, namun pihaknya tidak menyetujui.

“Kami disarankan untuk pindah ke Mamboro (Huntara). Kami tidak mau, bagaimana mau pindah dari Huntara ke Huntara,” katanya.

Sri mengatakan, lokasi Huntara saat ini setelah dibongkar akan segera dibangun sarana olahraga oleh Dispora Sulteng, sesuai dengan surat peringatan yang mereka terima.

“Itu lokasi Huntara katanya mau dibangun sarana olahraga. Karena surat dari Dispora Provinsi bilang begitu,” pungkasnya. (lam)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Sidang Praperadilan Rachmansyah Ismail Melawan Kejati Sulteng

0
Wijaya SH, MH: Mencari Keadilan di Tengah Anomali Hukum demi Menjaga Marwah Restitutio in Integrum Palu - Tepatnya pada jam 10.30 WIB tanggal 10 Februari...

TERPOPULER >