back to top
Senin, 13 April 2026
BerandaPALUToleransi: Warisan Luhur yang Terus Kita jaga

Toleransi: Warisan Luhur yang Terus Kita jaga

OLEH: Prof. Dr. Zainal Abidin M.Ag

KABAR68, – Di hari yang penuh makna ini, saat  Provinsi Sulawesi Tengah memasuki usianya yang ke-62 tahun, izinkanlah kami selaku Ketua FKUB menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia kerukunan dan kedamaian yang selama ini senantiasa menyelimuti bumi Tadulako tercinta.

Enam puluh dua tahun bukanlah waktu yang sebentar. Ia adalah perjalanan panjang yang diwarnai oleh pasang surut, cobaan, dan tantangan — termasuk tragedi besar yang pernah mengguncang sendi-sendi kehidupan kita. Namun kita berdiri hari ini, bersama, berdampingan, dan utuh — sebagai bukti nyata bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan telah mengakar dalam DNA kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.

Toleransi yang kita miliki bukan toleransi yang dipaksakan. Ia tumbuh dari kesadaran kolektif bahwa kita adalah satu keluarga besar, meskipun berbeda agama, suku, dan latar belakang. Di Palu, Poso, Tentena, Luwuk, Tolitoli, dan seluruh penjuru Sulteng, kita saksikan betapa tetangga yang berbeda keyakinan saling menjaga, saling membantu, dan saling menghormati dalam keseharian hidup mereka. Itulah wajah asli Sulawesi Tengah.

Kami di FKUB merasakan sendiri bagaimana dialog antarumat beragama yang terus-menerus kita bangun menjadi pondasi kokoh yang mencegah perpecahan. Ketika ada gesekan kecil, kita selesaikan dengan musyawarah. Ketika ada kesalahpahaman, kita luruskan dengan pendekatan hati ke hati. Inilah kearifan lokal kita — mosintuwu, bersatu dalam kebersamaan.

Di usia ke-62 ini, kami ingin menegaskan beberapa hal:

Pertama, toleransi yang telah kita jaga adalah amanah leluhur yang wajib kita wariskan kepada generasi penerus. Jangan biarkan provokasi dari mana pun merobek kain persaudaraan yang telah susah payah kita rajut.

Kedua, kerukunan bukan berarti melebur perbedaan. Justru dalam perbedaan itulah kita menemukan kekayaan dan keindahan Sulawesi Tengah yang sesungguhnya.

Ketiga, peran tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat sangat menentukan. Kerukunan bukan pekerjaan satu pihak — ia adalah tanggung jawab kita bersama.

Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah yang telah menjadi penjaga kerukunan sejati. Kepada pemerintah, para pemimpin lintas agama yang tak lelah duduk satu meja demi kedamaian. Kepada generasi muda yang terus meneruskan semangat persaudaraan ini.

Selamat HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah. Semoga Sulawesi Tengah senantiasa damai, sejahtera, dan menjadi teladan kerukunan bagi seluruh Indonesia.

Satu Hati, Satu Tekad — Sulteng Damai dan Sulteng Nambaso.

Salam Damai untuk Kita Semua.

Ketua fKUB Provinsi Sulawesi Tengah

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

HUT Provinsi 2026, BERANI Cerdas Buka Program Beasiswa S2

0
Salurkan Rp65 Miliar Jangkau 19.200 Mahasiswa S1 di 400 Kampus PALU, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat...

TERPOPULER >