SIGI, – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, secara resmi melepas Tim Safari Ramadan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sigi, pada Minggu (8/3/2026) sore. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang berlangsung di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi, Desa Kota Rindau, Kecamatan Dolo.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sigi, Minhar Tjeho, Ketua MUI Kabupaten Sigi, Habib Dr. Ali bin Hasan Aljufri, Lc.,MA, tokoh masyarakat, Moh. Agus Rahmat Lamakarate, serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Sigi dan sejumlah pengurus Alkhairaat lainnya.
Dalam program Safari Ramadan tahun ini, MUI Kabupaten Sigi membagi wilayah dakwah ke dalam tiga zona, yang mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi.
Zona pertama meliputi Kecamatan Marawola, Kinovaro, Dolo Barat dan Dolo Selatan.
Zona kedua mencakup Kecamatan Sigi Biromaru, Dolo, Sigi Kota, Tanambulava dan Gumbasa.
Sementara zona ketiga meliputi Kecamatan Palolo, Nokilalaki, Kulawi, Kulawi Selatan dan Lindu.
Bupati Sigiz Mohamad Rizal Intjenae, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Sigi yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara ulama dan masyarakat.
“Melalui Safari Ramadan ini para ulama dan dai akan turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyampaikan nasihat keagamaan, memperkuat iman dan takwa, serta menjadi penyejuk bagi umat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan,” ujar Rizal Intjenae.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menitipkan sejumlah pesan kepada para dai yang akan melaksanakan dakwah di berbagai wilayah Kabupaten Sigi. Salah satunya adalah mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah daerah yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini tengah mendorong gerakan “Pakagali Pakagaya Ngata”, sebuah gerakan bersama untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di wilayah Kabupaten Sigi.
Menurutnya, upaya menjaga kebersihan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti membersihkan pekarangan rumah, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga merawat kebersihan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah umat.
“Sebagaimana diajarkan dalam Islam bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Karena itu menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai umat,”tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Sigi, Habib Dr. Ali bin Hasan Aljufri, Lc.,MA, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan agenda rutin MUI yang bertujuan memperkuat pembinaan umat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan di berbagai wilayah.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan pelepasan tim Safari Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara pemerintah daerah, ulama, serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. (*/SH)






