Program Buol Terang Jangkau 11 Kecamatan dan Wisata
BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol terus mendorong peningkatan layanan publik melalui program Revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) bertajuk “Buol Terang”.
Program ini ditargetkan menghadirkan ribuan titik lampu jalan baru guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada malam hari.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Buol, Suleman N. Ain, SH, yang mewakili Bupati Buol, mengatakan Pemda Buol akan memasang sebanyak 2.500 titik lampu penerangan jalan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buol.
Terdiri 40 watt sebanyak 2000 titik dan 70 watt 500 titik termasuk tiang lampu dekoratif. Skema pembayaran bertahap selama tiga tahun mencakup biaya pemeliharaan oleh pihak penyedia selama masa kontrak.
“Selama periode tersebut pemerintah daerah tidak lagi menanggung biaya pemeliharaan lampu jalan,” ujar Suleman.
Program revitalisasi ini tidak hanya difokuskan di ibu kota kabupaten, Kecamatan Biau, tetapi juga menjangkau 10 kecamatan lainnya, termasuk ruas jalan menuju kawasan objek wisata.
Khusus di wilayah perkotaan, pemasangan lampu akan diprioritaskan pada titik-titik strategis seperti lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, kawasan berpotensi tindak kriminalitas, pusat keramaian masyarakat, serta area aktivitas ekonomi dan UMKM.
“Dengan adanya penerangan jalan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman pada malam hari,” tambahnya.
Ia menjelaskan, selama ini kondisi penerangan jalan di Buol masih sangat terbatas. Jumlah lampu PJU sebelumnya hanya sekitar 450 titik dan sebagian besar masih menggunakan lampu merkuri yang boros energi serta memiliki kualitas pencahayaan yang kurang optimal.
Selain meningkatkan jumlah titik lampu, program ini juga dirancang untuk lebih efisien dari sisi penggunaan energi. Saat ini, penerimaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) Kabupaten Buol pada 2025 tercatat sekitar Rp4 miliar, dengan beban pembayaran listrik mencapai Rp2,7 miliar per tahun.
Melalui penggunaan teknologi lampu LED yang lebih hemat energi, biaya listrik diperkirakan turun menjadi sekitar Rp1,7 miliar per tahun berdasarkan perhitungan teknis dari pihak PLN.
“Ini menunjukkan bahwa selain meningkatkan layanan, program ini juga memberikan efisiensi anggaran dalam jangka panjang,” jelas Suleman.
Menanggapi berbagai tanggapan masyarakat, pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya terfokus pada satu sektor saja. Program penanganan kemiskinan, stunting, perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan tetap berjalan secara bersamaan.
Selain itu, penerangan jalan umum merupakan hak masyarakat karena setiap bulan masyarakat telah membayar Pajak Penerangan Jalan melalui tagihan listrik.
“Program Buol Terang adalah bentuk komitmen pemerintah untuk mengembalikan layanan tersebut kepada masyarakat dalam bentuk penerangan jalan yang lebih baik dan merata,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap masyarakat dapat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun daerah yang lebih aman, terang, dan produktif.
“Dengan slogan “Buol Terang: Bukti Komitmen, Bukan Sekadar Janji”, pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan dilakukan dengan hati dan diwujudkan melalui bukti nyata,” ujar Suleman. (bar)






