PALU, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II tahun 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada 26 Juli 2026 mendatang.
Koordinasi persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Aula KONI Sulteng, Selasa (10/2/2026). Rapat diikuti enam cabang olahraga (cabor), yakni anggar, muaythai, tinju, hapkido, mixed martial arts (MMA), dan kickboxing. Sementara dua cabor tidak hadir yaitu kurash dan yongmodo.
Enam cabang olahraga yang siap mengikuti PON Bela Diri Manado
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulteng, DR Gunawan SOR MOR mengatakan bahwa target Sulawesi Tengah pada PON Bela Diri Manado harus lebih baik dibandingkan capaian pada PON Bela Diri Kudus 2025.
“Target kita jelas, harus lebih baik dari Kudus. Kita akan memaksimalkan kondisi atlet yang ada, kesiapan masing-masing cabor, serta mematangkan roadmap setiap pengprov menuju PON Bela Diri,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama adalah menyiapkan atlet elit dan unggulan yang benar-benar siap bertanding, baik secara fisik maupun mental.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Sulteng, Moh Ifan Taufan, menyampaikan pesan Ketua Umum KONI Sulteng, Fathur Razaq, agar pendataan atlet dilakukan secara sangat teliti.
“Ini pesan langsung dari Ketum. Data atlet harus benar-benar akurat. Kita tidak ingin kejadian seperti di Kudus, sekali main langsung selesai,” tegas Ifan.
Ia menambahkan, atlet yang disiapkan harus memiliki mental juara serta berada dalam kondisi fit dan bebas cedera saat diberangkatkan.
Rapat tersebut juga dihadiri Ketua Bidang Organisasi Hendi Sagala. Dari hasil rapat, diketahui sejumlah proyeksi atlet dan target medali dari masing-masing cabor.
Untuk hapkido menyiapkan empat atlet. Cabor MMA menyiapkan 10 atlet dengan target lima medali emas dan didukung tujuh pelatih. Kickboxing rencananya menurunkan 19 atlet dengan target dua emas serta didampingi empat pelatih nasional. Sementara muaythai menyiapkan tiga atlet yang salah satunya ialah atlet yang meraih medali di PON 2024 Aceh-Sumut. Begitu juga tinju dan anggar yang akan mempersiapkan atlet terbaik dimiliki Sulteng.
Belajar dari pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025, KONI Sulteng memastikan bahwa seleksi menuju PON Bela Diri Manado 2026 akan lebih ketat. Setiap atlet yang diberangkatkan harus memiliki target jelas dan berstatus atlet unggulan.
“Kita ingin atlet yang berangkat benar-benar siap bersaing dan membawa pulang prestasi untuk Sulawesi Tengah,” tutup Ifan. (bar)






