PALU, – Balai Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Palu, berubah status menjadi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM).
Perubahan status atau klasifikasi tersebut, karena semakin meningkatkannya pengawasan Obat dan Makan di Sulawesi Tengah, dan banyaknya pendirian UPT-UPT serta dari UPT menjadi Balai di Indonesia.
Kepala BBPOM Palu, Mardianto, S.Farm., Apt., menyampaikan bahwa perubahan status ini merupakan amanat dari Peraturan Badan POM Nomor 1 Tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan pada Jumat (7/3) melalui konferensi video usai mengikuti pengukuhan UPT dan Balai POM di Kabupaten Bone.
Mardianto menjelaskan bahwa untuk mencapai level Balai Besar atau setingkat Eselon II, sebuah instansi harus memenuhi kriteria ketat yang diatur undang-undang. Salah satu syarat mutlaknya adalah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Alhamdulillah, BPOM Palu tahun 2024 telah mendapatkan sertifikat WBK, dan tahun 2025 kita berproses dalam peningkatan klasifikasi, dan di tahun 2026 ini berdasarkan BOPM tahun 2026, terjadilah perubahan penataan organisasi UPT Badan POM, yang salah satunya BPOM Palu menjadi BBPOM,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan status ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang menuntut kesiapan klasifikasi dan kriteria penugasan tambahan dari pimpinan pusat.
“Misalkan penugasan-penugasan lain dari pimpinan Badan POM. Alhamdulillah klasifikasi terpenuhi dan mendapatkan WBK,” ujarnya.
Peningkatan status ini juga bertujuan untuk memperkuat efektivitas dan kualitas pelayanan publik. Salah satu fokus utamanya adalah mengawal program strategis Presiden RI, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang memandatkan BPOM sebagai institusi pengawas program tersebut.
Selain pengawasan program nasional, BBPOM Palu berkomitmen untuk memperluas jangkauan pembinaan terhadap sektor ekonomi lokal.
“Bagaimana perluasan keterjangkauan layanan publik untuk mendukung pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang obat bahan alam, kosmetik dan pangan olahanan diwilayahnya kerja masing-masing,” katanya. (Lam)






