Puncak Salena Siap Jadi Venue
PALU — Provinsi Sulawesi Tengah bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Internasional Paralayang Paragliding Cross Country Series 1 2026.
Ketua Umum Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, S.Pd., M.Pd, mengatakan kejuaraan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah pada April 2026 mendatang.
Asgaf yang juga Sekretaris Umum FASI Sulawesi Tengah mengatakan paragliding cross country akan diikuti beberapa negara ASEAN maupun Eropa dan mediterania.
Menurut Asgaf, Kabupaten kota di Sulteng sebelumnya telah beberapa kali menjadi tuan rumah kejuaraan internasional paralayang baik untuk kategori cross country (terbang jauh lintas alam) maupun akurasi.
Khusus untuk kategori cross country di Salena, kejuaraan ini akan menjadi series pertama, sementara series kedua direncanakan berlangsung di Jawa Tengah.
Kejuaraan paralayang internasional ini diharapkan berlangsung sukses sebagaimana harapan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, saat melakukan kunjungan ke Puncak Salena, Kota Palu, pada pertengahan Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid meminta agar Kejuaraan Paragliding Cross Country Series 1 dapat diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tengah.
Olehnya, Asgaf berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memberikan dukungan penuh, baik dari sisi perizinan maupun teknis pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap kontribusi dan dukungan dari Dinas Kehutanan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Bappeda, Disperindag, BPBD sebagai tim SAR, serta Dinas Kesehatan sebagai tim teknis, agar kegiatan ini dapat berjalan aman dan sukses,” tutupnya.
Kunjungan Gubernur ke lokasi paralayang Salena dimanfaatkan untuk mengetahui soal paralayang baik sebagai sport tourism dan olahraga prestasi.
Asgaf mengatakan Salena sebagai destinasi wisata petualangan paralayang dapat memenuhi standar internasional, baik dari sisi kelayakan venue maupun kelengkapan administrasi rekomendasi lokasi.
“Lokasi ini merupakan milik negara yang berada dalam kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Karena itu, perlu adanya rekomendasi resmi dari pemilik kawasan, khususnya dari pihak kehutanan,” ujar Asgaf, Sabtu (24/1/2026).
Selain untuk persiapan kejuaraan internasional, peninjauan tersebut juga berkaitan dengan rencana Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027, di mana paralayang akan menjadi salah satu cabang yang diperlombakan.
“Paralayang akan dipertandingkan pada Fornas 2027, sehingga venue yang memenuhi standar internasional bisa menjadi pilihan utama bagi tamu dan peserta dari berbagai daerah,” jelasnya.
Saat ini, kata Asgaf, rekomendasi pengelolaan usaha jasa terbang paralayang dari pihak kehutanan belum tersedia. Padahal, paralayang masuk dalam kategori olahraga wisata berisiko menengah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata terkait standar perizinan usaha wisata petualangan, termasuk sanksi bagi pengelola yang tidak memenuhi ketentuan.
“Oleh karena itu, kami mengundang langsung Gubernur Sulawesi Tengah agar dapat membantu proses perizinan dan rekomendasi lokasi,” katanya. (bar)






