Reynold Kasrudin Ketua Umum
PALU, – KONI Provinsi Sulawesi Tengah menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Kota Palu masa bakti 2025–2029 hasil Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) ke-V tahun 2025 yang digelar 20 Desember 2025 di Palu.
SK tersebut diserahkan langsung Wakil Sekretaris Umum KONI Sulteng, Muh Warsita, didampingi Wakil Ketua Umum Helmy Umar dan Ketua Bidang Organisasi Hendi Maratua Sagala, di Aula KONI Sulteng, Rabu (4/3/2026).
Dari KONI Kota Palu, SK diterima Sekretaris Umum Calvin Tawil dan Ketua Harian Akram Agus.
Wakil Ketua Umum KONI Sulteng, Helmy Umar, mengatakan bahwa dinamika yang sempat terjadi merupakan bagian dari proses organisasi dan tidak ada unsur politisasi.
“Kami tegaskan bahwa ini murni dinamika yang terjadi di organisasi, tidak ada sedikit pun politisasi di dalamnya. Dalam proses demokrasi kemarin ada yang menggugat sehingga harus ditindaklanjuti,” jelas Helmy.
Ia menambahkan, setelah terbit rekomendasi terbaru dari KONI Pusat, SK segera diserahkan agar tidak berlarut-larut, mengingat dalam waktu dekat akan dilaksanakan pra-CDM dan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Pertimbangannya agar polemik ini tidak berlarut-larut. Jika tidak selesai, bisa saja berujung ke badan arbitrase dan tentu merugikan pembinaan atlet di daerah. Apalagi Kota Palu adalah barometer olahraga Sulteng,” tambahnya.
Sementara itu, Muh Warsita menyampaikan bahwa dengan ditariknya kembali rekomendasi sebelumnya oleh KONI Pusat, maka dinamika yang terjadi dinyatakan selesai dan tidak lagi mengganggu proses pembinaan atlet.
Diketahui, KONI Kota Palu sempat bergejolak setelah KONI Sulteng mengeluarkan keputusan caretaker terhadap hasil Musorkot menyusul adanya gugatan dari kandidat lain. Atas gugatan tersebut, KONI Sulteng berkoordinasi dengan KONI Pusat yang kemudian mengeluarkan rekomendasi caretaker dan ditindaklanjuti oleh KONI Sulteng.
Namun, setelah dilakukan mediasi antara KONI Kota Palu dan KONI Sulteng oleh KONI Pusat, disepakati bahwa rekomendasi caretaker ditarik kembali dan hasil Musorkot disahkan dengan Reynold Kasrudin sebagai Ketua Umum KONI Kota Palu.
“Jadi kami tegaskan bahwa tidak ada politisasi. Ini murni dinamika organisasi. Keputusan diambil agar tidak berlarut-larut karena dalam waktu dekat ada agenda pra-CDM dan Porprov,” tegas Helmy.
Sementara itu, Akram Agus mewakili KONI Kota Palu menyampaikan bahwa hubungan dan kerja sama antara KONI Kota Palu dan KONI Sulteng tidak pernah terputus.
“Polemik yang terjadi itu hal biasa dalam berorganisasi. Namun yang paling utama adalah bagaimana prestasi olahraga tetap menjadi prioritas,” ujarnya. (BAR)






