back to top
Kamis, 2 April 2026
BerandaPALUKetua Utama Alkhairaat Tekankan Keteladanan Guru Tua

Ketua Utama Alkhairaat Tekankan Keteladanan Guru Tua

PALU, – Ketua Utama PB Alkhairaat, Al-Habib Al-Sayyid Alwi bin Saqqaf bin Muhammad bin Idrus Al-Jufri, mengajak jemaah menjadikan Haul ke-58 Guru Tua sebagai momentum memperkuat keteladanan dalam kehidupan.

Dalam amanahnya di hadapan puluhan ribu jemaah di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026), ia menegaskan bahwa kehadiran dalam haul tidak sekadar seremonial, tetapi harus menghadirkan nilai spiritual dan pembelajaran hidup.

“Kalau saya bertanya, sudah berapa kali kita hadir dalam haul seperti ini, tentu jawabannya bervariasi. Namun, pertanyaannya, manfaat apa yang kita ambil dari setiap kehadiran itu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tujuan utama menghadiri haul ialah meraih keberkahan serta meneladani kehidupan orang-orang saleh, khususnya Guru Tua, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.

“Kehadiran kita di sini ingin mendapatkan barakah dan rahmat Allah SWT. Dengan mengingat sejarah orang-orang salihin, rahmat Allah akan diturunkan,” katanya.

Menurutnya, keteladanan Guru Tua terlihat jelas dari dedikasinya dalam membangun pendidikan dan mengabdi kepada umat. Guru Tua tidak hanya mengajar, tetapi juga mendirikan madrasah, mencetak guru, dan membina generasi.

“Meneradani bagaimana Guru Tua mengisi kehidupannya yang begitu berarti dan berguna untuk kepentingan orang banyak, itulah hal utama yang patut kita ambil,” tegasnya.

Ia juga mengutip pesan Guru Tua tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal.

“Wahai orang-orang yang mengharapkan kebaikan, jagalah keikhlasanmu saat beramal dan ikutilah sebaik-baik manusia,” ucapnya.

Alwi menggambarkan kehidupan para ulama dan orang saleh sebagai sosok yang penuh ketulusan, jauh dari sifat iri dan dengki, serta memiliki pengabdian tinggi kepada umat. Ia menyebut, nilai-nilai itu juga tercermin dalam sosok Guru Tua.

“Semangat pengabdian mereka untuk umat tak pernah kenal lelah. Nilai totalitas itu yang membuat mereka merasakan kenikmatan dalam ibadah dan perjuangan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti perjuangan Guru Tua yang rela mengorbankan harta, waktu, dan tenaga demi dakwah dan pendidikan. Bahkan, Guru Tua turut membantu kehidupan murid-muridnya, termasuk membiayai kebutuhan mereka.

“Guru Tua mencari nafkah bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk menghidupi madrasah dan anak didiknya. Apa yang beliau capai, beliau wakafkan untuk umat,” jelasnya.

Ia juga menggambarkan beratnya perjuangan dakwah Guru Tua di masa lalu, dengan keterbatasan infrastruktur dan medan perjalanan yang sulit.

“Beliau tetap berdakwah hingga usia lanjut, menempuh perjalanan jauh dengan fasilitas yang sangat terbatas. Semua itu demi menyampaikan kebaikan kepada umat,” ujarnya.

Menurutnya, warisan perjuangan tersebut kini menjadi tanggung jawab bersama seluruh Abnaulkhairaat untuk dijaga dan dilanjutkan.

“Kini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan beliau,” katanya. (NAS)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Polda Sulteng Tegaskan Hibah Sah dan Sukarela

0
Hibah APBD Morowali Rp23,3 M Untuk Pembangunan Gedung PALU, – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memberikan klarifikasi terkait sumber anggaran pembangunan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus...

TERPOPULER >