Kabar68 BANGGAI LAUT – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, S.H., dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, Moh. Arif Latjuba, S.E., M.Si., meninjau Pelabuhan Perikanan Mato pada Rabu (27/8). Kunjungan ini menjadi ajang dialog langsung dengan para nelayan untuk menyerap aspirasi dan memahami tantangan yang mereka hadapi.
Dalam pertemuan tersebut, nelayan menyampaikan berbagai masalah, mulai dari anjloknya hasil tangkapan ikan yang semula bisa mencapai 1.500 box per bulan kini hanya berkisar 100–200 box. Penurunan drastis ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem, pembatasan wilayah tangkap, dan minimnya infrastruktur pendukung.
Infrastruktur Lemah, Nelayan Terhambat
Selain penurunan hasil tangkapan, para nelayan juga menyoroti keterbatasan fasilitas di Pelabuhan Mato. Mereka mengeluhkan kebutuhan akan tambahan dermaga, cold storage, pasokan BBM bersubsidi yang tidak memadai, serta perbaikan fasilitas dasar seperti masjid dan toilet.
Masalah lain yang tak kalah penting adalah akses jaringan komunikasi yang sangat lemah. Seorang perwakilan nelayan menceritakan, “Pembeli biasanya ingin melihat ikan melalui video call, tetapi di sini tidak ada jaringan. Kami juga berharap ada bantuan kapal, jaring, dan peningkatan fasilitas pelabuhan.”
Keterbatasan ini menghambat proses transaksi dengan para pembeli yang berada di Luwuk dan Palu, merugikan nelayan secara ekonomi. Saat ini, tercatat ada 61 kapal purse seine dan sekitar 60 kapal jollor yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pemerintah Berkomitmen Membangun Sektor Perikanan
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dan memastikan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat menyejahterakan nelayan.
“Pemerintah akan memperhatikan aspirasi bapak-bapak sekalian. Prinsipnya, pembangunan kelautan dan perikanan harus berpihak pada kesejahteraan nelayan,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur mendorong penguatan kelembagaan koperasi nelayan untuk menstabilkan harga ikan. Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk membangun pabrik pengolahan ikan yang sehat dan berdaya saing.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan fasilitas unit kerja koperasi nelayan yang berada di kawasan pelabuhan, sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perencanaan tindak lanjut ke depan. (Lam)