PALU, – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Bartholomeus Tandigala, menilai bahwasanya proses seleksi pejabat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan bagian dari upaya regenerasi birokrasi dan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
Menurutnya, pergantian pejabat menjadi hal yang wajar mengingat banyak posisi yang harus diisi seiring adanya pejabat yang telah memasuki masa pensiun.
“Apa yang dilakukan pemerintah provinsi saat ini adalah bagian dari regenerasi. Banyak pejabat yang sudah pensiun, tentu harus diganti melalui proses seleksi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (1/4) di Palu.
Bartho menjelaskan, dalam proses tersebut pemerintah telah membentuk panitia seleksi yang melibatkan berbagai unsur, termasuk kalangan perguruan tinggi, guna memastikan objektivitas dalam penilaian.
“Seleksi itu dilakukan oleh panitia yang dibentuk, bahkan melibatkan perguruan tinggi. Artinya ada mekanisme yang dijalankan,” jelasnya.
Bartholomeus mengakui bahwa dalam setiap proses seleksi selalu muncul perbedaan pandangan, terutama dari peserta yang tidak lolos. Namun hal itu dinilai sebagai sesuatu yang lumrah dalam proses uji kompetensi.
“Kalau bicara lulus dan tidak lulus, itu hal biasa. Setiap seleksi pasti ada yang lolos dan ada yang tidak. Itu tergantung penilaian kompetensi,” jelasnya.
Ia mengimbau semua pihak untuk tetap berpikir positif dan tidak terburu-buru menyimpulkan adanya ketidakadilan tanpa dasar yang jelas.
“Kita harus percaya kepada panitia seleksi yang sudah dibentuk oleh pemerintah. Jangan kemudian muncul anggapan yang memojokkan pihak tertentu,” tegasnya.
Sebagai mantan birokrat, Bartholomeus mengaku memahami proses seleksi jabatan yang dilakukan pemerintah. Ia meyakini seluruh tahapan telah melalui pertimbangan matang dan mengacu pada peraturan yang berlaku.
Bartholemeus mempertanyakan terkait kepercayaan publik terhadap panitia seleksi yang diragukan, padahal tim tersebut telah dibentuk secara resmi oleh pemerintah.
“Apa yang dilakukan pemerintah tentu sudah diperhitungkan dan disesuaikan dengan aturan perundang-undangan. Apa gunanya kita membentuk panitia seleksi kalau tidak kita percaya,” ungkapnya.
Bartholomeus berpesan kepada para peserta seleksi agar mempersiapkan diri dengan baik jika ingin mengikuti proses serupa, sehingga tidak menimbulkan polemik setelah hasil diumumkan.
“Kalau ke depan ada seleksi lagi, peserta harus benar-benar mempersiapkan diri. Supaya tidak lagi muncul pertanyaan-pertanyaan yang berulang,” pungkasnya. (Zar)






