back to top
Selasa, 10 Maret 2026
BerandaPALUDiduga terlibat Tambang Ilegal, Ketua Komnas HAM Sulteng Diminta...

Diduga terlibat Tambang Ilegal, Ketua Komnas HAM Sulteng Diminta Mundur

PALU, – Sejumlah massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat lingkar tambang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komnas HAM Sulawesi Tengah pada Senin (9/3/2026). Mereka menuntut Ketua Komnas HAM Sulteng mundur dari jabatannya karena diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di kawasan Poboya.

Dalam aksi tersebut, orator Amir Sidiq menuding Ketua Komnas HAM Sulteng tidak konsisten karena kerap mengkritik aktivitas pertambangan ilegal, namun diduga terlibat dalam aktivitas serupa.

“Ketua Komnas HAM Sulawesi Tengah selalu teriak bahwa di sana ada PETI, ada penambangan ilegal. Tetapi faktanya, tolong dicatat, dia pernah mengawal sianida 42 kaleng ke atas,” ujar Amir di hadapan massa aksi.

Ia juga menyebut dugaan lain, mulai dari pengawalan alat berat hingga kepemilikan kolam tambang di kawasan atas Poboya. Amir meminta Ketua Komnas HAM Sulteng berhenti menuding masyarakat sebagai pelaku tambang ilegal.

“Jangan teriak PETI. Jangan menuduh masyarakat. Ternyata anda juga maling, anda yang teriak kemarin tentang penambangan ilegal,” katanya.

Amir menilai masyarakat selama ini kerap disalahkan dalam persoalan pertambangan. Ia menegaskan bahwa warga hanya mencari nafkah, sementara pihak yang memiliki kekuasaan justru diduga menjadi dalang di balik aktivitas tersebut.

“Selalu kami sebagai masyarakat yang didiskriminasi dan disalahkan. Tapi ternyata dia yang diduga menjadi dalang,” ujarnya.

Orator lain, Imam Syafaat, juga menyuarakan tuntutan serupa. Ia meminta Ketua Komnas HAM Sulteng bertanggung jawab atas pernyataan dan dugaan keterlibatannya dalam aktivitas tambang ilegal.

“Hari ini kami meminta Ketua Komnas HAM Sulawesi Tengah bertanggung jawab atas ucapannya. Dia mengatakan tangkap pelaku tambang ilegal, tapi diduga dia juga melaksanakan tambang ilegal,” kata Imam.

Menurut Imam, massa menemukan sejumlah data yang menunjukkan dugaan kepemilikan dua kolam tambang di Poboya serta transaksi bahan kimia untuk pengolahan emas.

“Dalam data yang kami temukan, beliau juga ada transaksi sianida. Oleh karena itu kami menilai ada maling yang teriak maling,” ujarnya.

Massa aksi bahkan menyerukan agar Ketua Komnas HAM Sulteng meninggalkan wilayah Sulawesi Tengah. Mereka juga meminta foto-foto yang disebut sebagai bukti aktivitas tambang tersebut diserahkan kepada wartawan.

“Saya minta kepada teman-teman yang pegang foto-foto tambangnya itu, tolong kasihkan ke wartawan agar masyarakat tahu,” kata Imam.

Selain berorasi, massa juga melempar tomat ke arah kantor Komnas HAM sebagai bentuk protes. Imam menyebut tindakan tersebut sebagai simbol kritik masyarakat terhadap lembaga yang seharusnya melindungi hak asasi manusia.

“Pelemparan tomat ke kantor Komnas HAM adalah bagian dari kritik masyarakat kepada Komnas HAM,” ujarnya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga ada tanggapan dari pihak Komnas HAM Sulawesi Tengah. (NAS)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Gubernur Respons Cepat Isu Dongi-Dongi

0
Lindungi Situs Sejarah, Pemprov Ambil Tindakan PALU, - Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak tinggal diam dalam merespons isu aktivitas tambang...

TERPOPULER >