Mobil Mewah Bupati Disentil Prabowo, Lebih Baik Untuk Rakyat
Palu, – Presiden Prabowo Subianto pada 28 Oktober 2024 menginstruksikan agar menteri, pejabat eselon I, hingga tingkat gubernur, bupati, dan wali kota menggunakan kendaraan buatan dalam negeri seperti mobil Maung dari PT Pindad, bukan mobil mewah impor.
Dalam pidatonya terbaru, Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya kepala daerah yang membeli mobil dinas dengan harga fantastis hingga Rp8 miliar, sementara dirinya sendiri menggunakan mobil Maung buatan dalam negeri dengan harga antara Rp700 juta hingga Rp1 miliar yang sudah antipeluru.
Presiden juga menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran publik serta pemanfaatan anggaran untuk kepentingan rakyat yang lebih mendesak.
Prabowo juga menyoroti bahwa banyak kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan jembatan desa, belum terpenuhi. Namun, anggaran daerah justru dialokasikan untuk hal-hal yang bukan prioritas. Presiden mengingatkan para kepala daerah untuk memiliki kesadaran moral dalam mengelola uang rakyat, menggunakan anggaran secara efisien, dan memprioritaskan kepentingan masyarakat.
Bahkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya menggunakan mobil Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dalam beberapa kunjungan kerja, seperti peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata, kunjungan ke Toraja, tinjauan proyek MRT fase 2, dan kunjungan ke Pasar Gotong Royong di Magelang. Wakil Presiden sering menggunakan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dengan plat nomor RI 2.
Beberapa kepala daerah, seperti Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Sumedang, menyatakan akan mengikuti contoh Presiden tersebut dengan rencana mengganti kendaraan dinas lama dengan mobil Maung atau kendaraan buatan dalam negeri lainnya. Mereka menyebutkan hal ini selaras dengan gerakan kemandirian nasional dan dapat mendukung pertumbuhan industri lokal.
Namun ironisnya, di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, justru dilakukan pengadaan mobil dinas mewah untuk bupati dengan nilai fantastis, yakni jenis Hyundai Palisade dengan harga sekitar Rp1,3 miliar. Selain itu, istri bupati (Ketua Tim Penggerak PKK) menggunakan Mitsubishi Pajero Sport, wakil bupati menggunakan Toyota Fortuner, serta tiga unit mobil dinas mewah untuk pimpinan DPRD dengan total anggaran miliaran rupiah.
Sebelumnya, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, saat dihubungi Radar Sulteng terkait pengadaan mobil Hyundai yang dinilai masyarakat sebagai mobil mewah, mengatakan bahwa dirinya sengaja membeli mobil tersebut karena sudah menggunakan mesin hybrid sehingga sangat menghemat penggunaan BBM.
“Memang mobilnya agak sedikit mahal, tapi jika dibandingkan kalau saya menggunakan Fortuner, BBM Ampana–Palu pulang-pergi bisa menghabiskan anggaran Rp2 juta. Kalikan saja jika mobilitas saya dalam sebulan bisa 10 kali ke Palu. Jika dikalikan 5 tahun, berapa anggaran BBM-nya. Kalau saya menggunakan mobil Hyundai yang sekarang ini, Ampana–Palu pulang-pergi hanya menghabiskan Rp500 ribu. Jadi kalau dihitung, saya bisa menghemat Rp600 juta selama 5 tahun,” tutur Ilham.
Selanjutnya, Ilham mengeluhkan bahwa dengan kesibukan di kabupaten, dirinya kerap menerima tamu dan bekerja tanpa mengenal waktu, mulai dari pagi hingga malam hari. Hal tersebut membuat waktu istirahatnya sangat terbatas.
“Kesempatan saya istirahat itu hanya saat perjalanan dalam mobil. Karena kalau sudah tiba di Palu, pasti langsung rapat, jadi tidak ada lagi kesempatan untuk istirahat. Oleh karena itu, saya pikir tidak ada salahnya membeli mobil yang nyaman digunakan supaya saya bisa beristirahat di mobil. Kiranya masyarakat juga harus memahami kondisi ini. Yang penting, kendaraan yang kami beli tersebut sesuai dengan standar mobil bupati dan tidak melampaui kapasitas mesin maksimal 3.200 cc seperti yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” kunci Ilham. (IJL)






